Take Down: Mengistirahatkan Diri dari Perkara Dunia

Permasalahan Dunia
Gambar ilustrasi permasalahan dunia

Almuhtada.org – Diriwayatkan Imam Ahmad dalam al-Musnad dan Muslim dalam shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ

Akan ada sekelompok orang yang masuk surga, hati mereka seperti hatinya burung. (HR. Ahmad 8382 & Muslim 7341).

Apa yang dimaksud dengan hati yang sepeti burung?

  1. Orang yang berhati lembut
  2. Orang yang senantiasa bergantung dan tawakal kepada Allah
  3. Orang yang hatinya mudah takut kepada Allah

Ketika Hati sedang lelah

Disaat Allah menciptakan hati kita, disitulah diselipkan satu perangkat yang akan memberikan sinyal ketika ada suatu hal yang tidak beres. Harus dipahami, suatu pikiran itu tergantung dengan hati kita, karena pikiran tidak bisa berdiri sendiri.

Sesungguhnya pikiran itu memerlukan media. Media yang dimakasud adalah hati. Ketika hati sedang merasa lelah maka ia akan memberikan sinyal kepada kita untuk mengistirahatkannya.

Deperesi dan frustasi contohnya, itu juga pertanda bahwa hati sedang lelah. Indikator lelahnya hati adalah pikiran menjadi berantakan dan mengacaukan apa yang sedang kita pikirkan.

Disitulah kode yang mesti kita mengerti agar kita mengistirahatkan hati kita agar lebih segar. Sehingga, Tugasnya sebagai ‘raja’ bisa kembali normal dan dapat mengendalikan apa yang ada didalam pikiran untuk memberikan keputusan yang diperbuat oleh manusia.

Ibnu Jauzi mengatakan, “Mengobati hati yang sakit sama seperti mengobati fisik yang sakit, yaitu istirahat.”

Baca Juga:  Sayap Kehidupan: Mengurai Filosofi Kupu-Kupu dalam Perjuangan, Kesabaran, dan Keindahan

Lalu, dimana tempat yang sesuai untuk mengistirahatkan hati?

  1. Ketika bersama dengan orang-orang yang sedang mengalami ujian berat, jauh lebih berat daripada masalah yang kita hadapi.
  2. Ketika berada di taman ilmu
  3. Ketika bersama orang-orang miskin
  4. Ketika menjumpai orang-orang yang menderita penyakit berat atau orang yang sedang menghadapi sakaratul maut
  5. Ketika bertemu dengan orang-orang shalih, berbincang dengan mereka, dan melihat sikapnya

Masalahnya apakah kita memiliki hal tersebut? Jika kita tidak memiliki atau membentuk habbits yang senantiasa memaknai dunia dengan bersahaja dan berhati hati, maka hati ini akan selalu merasa kebingungan, dimana kita harus menistirahatkannya?

Diantara penyebab hati teracuni adalah :

  1. Penyakit hati atau ujub
  2. Tinggi dan panjangnya angan angan
  3. Mengejar dunia dan ekspetasi
  4. Terbawa arus perasaan
  5. Melambatkan ketaatan
  6. Membandingkan nikmat Allah
  7. Terobsesi dengan dunia

Bisa jadi selama ini kita deperesi dan stress tapi kita tidak pernah sadar bahwa hati kita bermasalah. Setiap masalah pasti ada sebabnya dan setiap sebab akan muncul yang namanya masalah. Tidak bisa dilepaskan kedua hukum sebab-akibat ini. Yang perlu dipahami, apapun penyakitnya pasti ada obatnya tapi juga harus sadar bahwa obat itu harus dicari dan diusahakan. [] Lailia Lutfi Fathin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post