4 Kitab Maulid Terpopuler di Indonesia

Kitab Maulid
Kitab maulid yang sering dibaca saat peringatan bulan Rabiul Awal (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Bulan Rabi’ul Awal menjadi bulan yang teramat istimewa di hati umat Islam di seluruh penjuru dunia. Pasalnya di bulan mulia ini, lahir sosok manusia paling agung, yaitu Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah lahir di Makkah pada tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M.

Oleh karena itu, tanggal 12 Rabi’ul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad Saw atau lebih dikenal dengan istilah maulid nabi.

Dalam tradisi Islam di Indonesia, peringatan maulid nabi umumnya diisi dengan pembacaan tarih atau sejarah perjalanan hidup Rasulullah Saw serta puji-pujian dan doa-doa kepadanya.

Di setiap masjid, mushola, hingga pondok pesantren selalu terdengar lantunan pembacaan kitab maulid yang amat merdu dan indah yang mampu menusuk kalbu.

Berbicara tentang kitab maulid, ada beberapa kitab maulid yang sering dibaca ketika peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Inilah 4 kitab maulid terpopuler di telinga umat Islam Indonesia.

  1. Kitab Barzanji

Barzanji menjadi kitab maulid yang paling populer di kalangan umat Islam di tanah air. Kitab ini dikarang oleh Sayyid Ja’far Al-Barzanji, seorang mufti bermazhab Syafi’iyah.

  1. Kitab Ad-Diba’i

Ad-Diba’i ditulis oleh Al-Imam Abdurrahman Ad-Diba’I, seorang ulama asal Kota Zabid, Yaman yang terkenal alim ‘allamah di bidang ilmu hadits.

  1. Kitab Simthudduror

Kitab maulid Simthudduror ditulis oleh Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Kitab ini sering dibawakan oleh para habib dalam kegiatan di majelis sholawat.

  1. Qosidah Burdah
Baca Juga:  Mueeza, Kucing Kesayangan Nabi Muhammad SAW

Qosidah Burdah dikarang oleh Al-Imam Al-Bushiri yang dikenal sebagai imamnya para penyair di Negara Mesir.

Pada intinya, isi dari kitab-kitab di atas memiliki kesamaan, yaitu menceritakan kisah hidup Nabi Muhammad Saw, pujian terhadap akhlaknya, serta lantuan doa kepadanya.

Membaca kitab maulid juga menjadi “obat” pelepas rindu bagi umat Islam yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah Saw sewaktu di dunia.

Harapannya dengan membaca kitab maulid, akan tertanam rasa mahabbah atau kecintaan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw di hati setiap muslim.

Dengan munculnya rasa tersebut, akan semakin mendorong umat Islam untuk melaksanakan sunah-sunahnya, baik dalam beribadah maupun berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, semua umat Islam berharap bisa mendapatkan syafaat Rasulullah Saw dan dapat berjumpa dengannya di akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. [] Mohammad Khollaqul Alim

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post