Piknik Islami

Oleh:

Siti Zakiyatul Fikriyah

Bagaimana kabar mu? Bagaimana keadaanmu saat ini? Apa kau sedang berbahagia? Atau kau malah sedang dilanda kesedihan? Ah, semua orang pasti pernah mengalami semua keadaan tersebut. Pun, aku yang sekarang menjadi mahasiswa, setiap hari keadaan hati dan pikiran selalu berubah-ubah. Kenapa? Kebanyakan tugas? Atau kurang piknik? Wah, Kalau aku sih karena kurang piknik mungkin.

Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk bersenang-senang dengan menikmati pemandangan dalam sebuah perjalanan wisata yang tentunya untuk menghilangkan penat dikepala. Dalam hal ini, Islam pun menganjurkan umatnya untuk melakukan wisata. Seperti yang terdapat didalam Al Quran, Allah berfirman: “Katakanlah: Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut: 20) dalam ayat ini dijelaskan bahwa diperbolehkannya berwisata untuk merenungi keindahan ciptaan Allah taala, menikmati indahnya alam nan agung sebagai pendorong jiwa manusia untuk menguatkan keimanan terhadap keesaan Allah dan memotivasi menunaikan kewajiban hidup. Karena dengan refreshing akan menambah semangat kita dalam melakukan aktivitas yang lainnya.

Dalam ajaran Islam terdapat hukum yang mengatur dan mengarahkan agar wisata tidak keluar melewati batas, sehingga wisata tidak menjadi sumber keburukan. Pertama Islam mengharamkan safar dengan maksud mengagungkan tempat tertentu kecuali tiga masjid. “Tidak diperbolehkan melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasulllah SAW dan Masjidil Aqsa.” (HR. Bukhari, no. 1132, Muslim, no. 1397) Hadits ini menunjukkan bahwa akan haramnya wisata religi (ziarah kubur) ke selain tiga masjid tersebut, dengan maksud pengagungan pada tempat tertentu yang akan berujung pada kesirikan. Bukan berarti berziarah atau wisata religi dilarang, namun jika niatan awal untuk mengagungkan tempat tersebut, hal itu sangat diharamkan.

Baca Juga:  Ubah Kata Lelah menjadi Lillah

Kedua, Islam sangat melarang wisata ketempat-tempat rusak yang terdapat minuman keras, perzinaan, dan berbagai kemaksiatan. Karena seorang muslim diperintahkan untuk menjauhi kemaksiatan apalagi sampai terjerumus dalam kemaksiatan. Ketiga, tidak diperbolehkan wanita bepergian tanpa mahram. Dengan pergi tanpa mahrambersamanya ditakutkan akan terjadisuatu hal yang tidak diinginkan. Terlebih, Islam melarang keras pergi hanya berdua dengan bukan mahram nya.

Sungguh Islam sangat mempermudahkandan tidak pernah memberatkan umatnya dalam segala aturan dan ketetapan-Nya. Segala sesuatu ketetapan dan larangan Allah pasti ada akibatnya, karena Allah sangat menyayangi seluruh umatnya. Pun, saat pikiran kita sedang penat dan ingin refreshing tentu tidak perlu menggocek banyak uang, karena yang namanya refreshing tidak harus pergi ke tempat wisata yang jauh, terkenal apalagi mahal. Hanya dengan pergi ke persawahan, perbukitan, pegunungan, ataupun lautan sambil bertadabur merenungi secara menyeluruh apa yang ada di sekitar untuk mengetahui maksud dan makna dari suatu secara mendalam. Semua itu sebagai wujud pengagungan kita terhadap Allah, hati kita pasti akan selalu bahagia, gembira dan tenang.

Penulis adalah Santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post