Almuhtada.org – Salah satu hukum bacaan dalam alquran adalah idgham yaitu memasukkan huruf mati yang berada di depan ke dalam huruf setelahnya. Beberapa jenis dari hukum idgham adalah:
- Idgham bi ghunnah
Idgham bi ghunnah terjadi ketika ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf dari ي,ن,م,و maka nun atau huruf n dari tanwin tersebut dimasukkan pada huruf tersebut dengan didengungkan.
- Idgham bi la ghunnah
Idgham bi la ghunnah terjadi ketika ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf dari ل,ر maka nun atau huruf n dari tanwin tersebut dimasukkan pada huruf tersebut tanpa didengungkan.
- Idgham syafawi
Idgham syafawi terjadi ketika ada huruf mim sukun diikuti dengan huruf mim hidup setelahnya. Maka huruf mim yang mati dimasukkan pada huruf mim yang hidup dengan didengungkan.
- Idgham syamsiyah
Idgham syamsiyah terjadi ketika al ta’rif (الْ) bertemu dengan salah satu dari huruf ط, ث, ص, ر, ت, ض, ذ, ن, د, س, ظ, ز, ش, ل maka lam matinya dimasukkan pada huruf setelahnya.
- Idgham mutaqaribain
Idgham mutaqarribain terjadi ketika ada huruf berharakat sukun bertemu dengan huruf hidup (tidak diwaqaf juga) dengan makharijul huruf ataupun sifat keduanya berdekatan. Berikut merupakan pasangan huruf yang berdekatan:
- ق – ك
- ل – ر
- Idgham bi ghunnah kecuali نْ – ن
- Idgham bi la ghunnah
- Idgham mutajanisain
Idgham mutajanisain terjadi ketika huruf berharakat sukun bertemu dengan huruf hidup dengan makharijul kedua huruf sama. Berikut merupakan pasangan hurufnya:
- تْ – ط
- تْ – د
- طْ – ت
- دْ – ت
- ذْ – ظ
- لْ – ر
- Idgham mutamatsilain
Idgham mutajanisain terjadi ketika ada huruf yang mati diikuti dengan huruf yang sama dengan harakat hidup, maka huruf yang mati dimasukkan pada huruf hidup setelahnya.
Demikian sedikit pembahasan hukum idghom yang ada di hukum tajwid. Terkadang dalam beberapa keadaan tertentu kita melakukan kesalahan dengan memasukkan huruf padahal sebenarnya bukan merupakan idgham seperti di atas.
Beberapa kasus seperti pada huruf hamzah sukun bertemu dengan ain hidup. Contoh pada ayat
نَبِّئْ عِبَادِيْٓ اَنِّيْٓ اَنَا الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُۙ ٤٩
Kebanyakan orang memasukkan huruf hamzah pada ain padahal dia tidak termasuk idgham. Dia tidak termasuk dari beberapa idgham yang sudah dijelaskan dan tidak ditandai dengan harakat tasydid.
Untuk mempermudah identifikasi, Alquran di Indonesia biasa diberikan tanda khusus seperti tasydid untuk idgham supaya dapat dengan mudah mengenalinya. Jadi, jika memang ragu apakah idgham atau tidak karena belum hafal makhraj dan sifat dapat melihat langsung apakah ada harakat tasydid atau tidak.
Selain hamzah bertemu ain, terkadang juga huruf ta sukun bertemu dengan huruf jim pada ayat
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Terkadang orang menghilangkan sifat hams dari ta dan memasukkan huruf ta pada jim, padahal mereka tidak termasuk pada idgham sehingga tetap harus dibaca jelas. Jadi kita tidak boleh menghilangkan sifat dari suatu huruf yang seharusnya ada.
Lalu, yang sering dijumpai penulis adalah huruf dal sukun bertemu dengan dlot. Contoh pada ayat
وَمَن يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
Biasanya orang membacanya dengan memasukkan huruf dal pada dlot padahal huruf terdebut tidak masuk pada idgham sehingga harusnya dibaca jelas dan tidak meninggalkan qalqalah sugra yang dimiliki oleh huruf dal.
Dari kasus-kasus tersebut menunjukkan alangkah baiknya kita mengetahui jenis dan huruf dari idgham atau minimal mengetahui tanda yang sudah diberikan di mushaf alquran yaitu harakat tasydid (ّ). Sehingga saat membaca kita tidak melewatkan sifat dari huruf ayat alquran yang kita baca. []Shofiyatul Afiyah










