Sering Terjadi! Ini Dia Kesalahan Adab Membaca Al-Quran Secara Bersama

Kegiatan mengaji bersama dengan fokus melihat mushaf Al-Quran (Dokumen Pribadi-Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Membaca Al-Quran secara bersama-sama merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh umat Islam yang terkadang dilakukan untuk pembiasaan ataupun untuk pembelajaran bersama.

Namun, terkadang karena kita membaca Al-Quran bersama teman atau orang terdekat kita membuat kita menjadi lalai.

Baik itu terkadang sambil mengobrol di sela-sela, terkadang tertawa-tawa karena adanya sesuatu ataupun sampai berbuat maksiat seperti ghibah membahas orang.

Padahal sudah jelas sekali Allah berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 204:
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ۝٢٠٤

Jika dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati.

Berdasarkan ayat tersebut saat mendengarkan orang membaca Al-Quran maka kita harus mendengarkan dengan tenang dan diam.

Ayat tersebut menjelaskan jika saat kita sedang dibacakan atau didengarkan ayat Al-Quran, apalagi saat kita sendiri juga membacanya.

Rasulullah Saw. bersabda bahwa apabila membaca Al-Quran tidak berbicara sampai selesai membaca Al-Qurannya. Maka dari itu, kita harus berusaha untuk menahan diri untuk mengobrol dan bercanda tawa dengan teman setelah membaca Al-Quran selesai.

Salah satu cara untuk menahan diri untuk mengobrol dengan teman adalah membaca Al-Quran sambil melihat mushafnya. Karena dengan melihatnya kita dapat menyadari kesalahan yang mungkin ada di hafalan dan bacaan kita.

Selain itu, Rasulullah Saw bersabda; “Bacaan Al-Qur’an seseorang tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat (pahalanya), dan bacaannya dengan melihat mushaf dilipatkan sampai dua ribu derajat”. Jadi, akan mendapatkan pahala yang jauh lebih besar walaupun bacaan yang sama.

Baca Juga:  Diary Kecilku untuk Ibu dan Bapak

Jadi, membaca Al-Quran dengan melihat adalah salah satu cara untuk membaca Al-Quran dengan tenang dan tidak saling mengganggu. Namun, saat membaca mushaf tetap harus memperhatikan juga adab terhadap mushaf Al-Quran.

Gangguan dalam membaca Al-Quran juga terkadang tidak hanya saat bersama dengan orang yang dikenal saja. Terkadang dengan orang yang tidak dikenalpun dapat membuat kita lalai pada adab membaca Al-Quran yaitu melihat yang tidak seharusnya kita lihat, sebagai contoh orang lain lawan jenis.

Perlu diingat bahwa melihat lawan jenis adalah sesuatu yang diharamkan kecuali ada keperluan syar’i sehingga diperbolehkan. Jika melihat pada kegiatan sehari-hari saja tidak boleh apalagi saat membaca Al-Quran yang akan membuat kita lalai dan gagal fokus pada ayat Al-Quran yang sedang kita baca.

Demikian kemungkinan adab yang sering terlalai saat membaca Al-Quran secara bersama-sama dan tidak mungkin dirasakan saat membaca Al-Quran sendirian.

Maka dari itu, kita harus berusaha untuk fokus dan tidak melihat kemana-mana dengan membaca Al-Quran dengan melihat mushafnya. Semoga bermanfaat wallahua’lam. []Shofiyatul Afiyah

Related Posts

Latest Post