Makna Mendalam “Jer Basuki Mawa Beya”: Usaha, Pengorbanan, dan Tawakal dalam Mencapai Keberhasilan menurut Islam.

Tak ada jalan pintas menuju puncak. Semua butuh tekad, kerja keras, dan keteguhan hati. (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – “Jer Basuki Mawa Beya”, kalimat tersebut merupakan salah satu pepatah jawa yang mengandung makna sangat mendalam yaitu untuk mencapai keselamatan, keberhasilan, ataupun kesuksesan, kita harus rela mengorbankan sesuatu baik itu harta, tenaga, pikiran, maupun waktu. Tanpa adnya perjuangan, kita tidak bisa mnecapai keberhasilan. Pepatah ini sejalandengan ajaran Islam ang menekankan bahwa usaha dan pengorbanan merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup ini.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah An-Najm: 39 yaitu sebagai berikut:

وَأَنْ لَيْسَ لِالْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwasanya seseorang tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)

Ayat ini menegaskan bahwa segala hasil yang diraih oleh seseorang adalah buah dari usahanya sendiri. Islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja keras, berikhtiar, dan tidak berdiam diri. Dalam pepatah “Jer Basuki Mawa Beya”, kata “beya” bukan hanya sekdar biaya dalam bentuk materi, namun bisa juga mencakup usaha yang sungguh-sunggu, keringat, hingga air mata yang tercurah dalam proses meraih “basuki” atau keberhasilan.

Selain itu, Islam juga mengajarkan bahwa eberhasilan sejati sering kali memerlukan pengorbanan. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah: 111, yaitu sebagai berikut:

إِنَّ اللَّـهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنَ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّـهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Baca Juga:  Muslim Wajib Tahu! Golongan Orang yang Tidak Disukai Allah

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan kepada mereka surga. Mereka berjuang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu adalah janji yang benar dari-Nya dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikianlah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111)

Ayat ini menggambarkan bahwa pengorbanan di jalan Allah baik berupa harta maupun jiwa adlah kunci menuju kebahagiaan abadi. Dalam kehidupan sehari-hari, pengorbanan ini dapat terwujud melalui kerja keras mencari nafkah halal, keikhlasan dalam berbagi  dengan sesama, atau kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

Namun, perjuangan untuk mencapai tujuan tidaklah mudah. Pasti aka nada rintangan, ujian, kelelahan. Di sinilah pentinnya kesabaran. Kesabran merupakan kunci dalam menghadpi tantangan kehidupan ini. Sabar bukan berarti pasif dan menyerah, akan tetapi teguh dalam kebaikan., terus berusaha meskipun hasilnya belum terlihat, dan tetap percaya bahwa pertolongan Allah senantiasa dekat bagi hambanya yang bersaabar.

Setelah melakukan segala usaha dan pengorbanan, seorang muslim diajarkan untuk bertawakal, menyerahkan hasil akhir kepada Allah. Tawakal tidak berarti menghentikan usaha, tetapi menenangkan hati bahwa apapun hasilnya semuanya ada dalam ketentuan dan Rahmat Allah SWT. Hal ini memberikan ketenangan batin dan menjauhkan diri dari keputusasaan.

Baca Juga:  Penyimpangan Agama Islam yang Terjadi di Indonesia

Dengan demikian, pepatah “Jer Basuki Mawa Beya” mengajarkan prinsi yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Untuk mencapai keberhasilan seseorang harus bersungguh-sungguh berikhtiar, rla berkorban, sabar memnghadapi rintangan, dan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Keberhasila tidak hanya diukur dari pencapaian duniawi tetapi juga dari seberapa besar usaha kita menjaga keikhlasan dan keteguhan hati dalam perjalanan tersebut. Mari kita terus berusaha, berkorban, dan bertawakal agar kita menjadi insan yang beruntung di dunia maupun di akhirat. [Vika Rizky]

Related Posts

Latest Post