Jangan Anti Dulu! Ternyata Begini Politik Ala Islam

Politik Islam yang Perlu Kita Pahami
Gambar Ilustrasi Politik Islam yang Perlu Kita Pahami (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Berbicara mengenai politik ataupun politik islam banyak sekali masyarakat yang berkata bahwa ‘’saya tidak menyukai politik, saya lebih suka berbicara tentang islam, jadi jangan bawa-bawa urusan politik’’.

Masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai pembahasan islam  yang berhubungan dengan akidah, keimanan, serta persoalan-persoalan harian yang sangat diperlukan oleh masyarakat bukan berkaitan dengan politik.

Pandangan tersebut salah apalagi kalau muncul kalimat ‘’politik itu kotor!’’,’’politik itu penuh tipu daya,sedangkan islam itu suci,islam itu cahaya’’

Padahal sesungguhnya islam mengajarkan bahwasaya politik itu penting,didalam kamus Lisanul Arab dijelaskan bahwa politik atau     السياسة هي رعا ية الشؤون  bahwa politik itu memperhatikan atau memelihara urusan-urusan. Urusan disini yaitu القيام على الشيء بما يصلحه urusan yang berkaitan dengan pelaksanaan segala sesuatu yang bisa memberikan perbaikan.

Dari sini dapat kita pahami bahwa sesungguhnya politik itu adalah sesuatu yang angung. Bahwa urusan politik itu adalah bukan satu atau dua orang tetapi urusan yang menyangkut urusan manusia atau urusan semua orang,dan tujuannya adalah  ما يصلح به mencari sesuatu yang bisa diperbaiki

Inilah sesungguhnya makna politik yang benar yaitu bahwa politik adalah  الناس  رعا ية الشؤون ,memperhatikan dan memelihara urusan-urusan manusia.

Bahkan didalam islam politik itu sangat agung,karena merupkana pekerjaan atau amalnya para nabi,dalam nash-nash syara’ dalam sebuah hadist,misalnya dikatakan

كانت بنوا اسرائيل تسوسهم،الانبياء كلما هلك نبي خلفه نبي،وانه لا نبي بعدين وسيكون بعدي خلفاء فيكثرون

Baca Juga:  Menggali Kekuatan Hukum Tarik - Menarik dalam Islam: Kunci Sukses dengan Keyakinan dan Doa

Dulu bani israil itu senantiasa dipimpin oleh para nabi ,diurusi urusan-urusannya oleh para nabi,bahkan setiap kali satu nabi itu wafat maka kemudian digantiikan oleh nabi-nabi yang lain.

Kemudian setelahku (kata Rasulullah SAW) tidak ada nabi setelah ku,maka setelahku akan ada para khalifah (pemimpin) yang jumlahnya banyak,maka mereka para sahabat bertanya,”apa yang engkau perintahkan kepada kami?”

Bahwa rasulullah memerintahkan kepada kita,untuk memenuhi baiat yang pertama dan hanya baiat yang pertama,kemudian Rasulullah juga menyampaikan :

قال : او فوا بيعة الاول فاالاول،ثم اعطوهم حقهم،واسالوا الله الذي لكم،فان الله سائلهم عما استرعا هم

Kemudian berikan kepada mereka,yakni berikan kepada khalifah yang dibaiat itu hak-hak mereka.yaitu hak untuk ditaati,hak untuk diberi nasehat pada saat mereka membutuhkan nasehat,hak untuk dikoreksi.

Pada saat mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak tepat atau bahkan kemudian mengarah kepada haal yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan oleh Allah, maka itu adalah hak mereka untuk dinasehati,dikoreksi,dan diberi peringatan keras.

Sobat Al-muhtada,bukankah disini tegas sekali dikatakan bahwa para nabi-nabi dari bani israil mereka memiliki tugas yang mulia,tugas yang sangat besar,yang tugas tersebut kini dirangkum dalam sebuah kalimat yang kita kenal dengan istilah ‘’politik’’

Ini adalah gambaran yang snagat jelas yang menunjukan kepada kita bahwa amal politik atau aktivitas politik itu adalah aktivitas yang sangat mulia karena menjadi tanggung jawabnya para nabi dan kemudian Allah tetapkan aktivis itu sebagai aktivitas yang disebut sebgaai ‘’a’dzomu khalqillah’’,aktivitas yang sangat besar,aktivitas yang sangat dominan pada apa-apa yang Allah ciptakan.

Baca Juga:  Cinta Allah, Tidak Berawal dan Tidak Berakhir

Bahkan al-qur’an sendiri bukan sebagai pedoman melainkan juga konstitusi bagi umat islam atau dalam Bahasa kita adalah UUD,sebab al-quran bukan hanya sekedar kalimat-kalimat Allah yang memberikan nasihat atau memberikan sekedar petunjuk-petunjuk yang dapat diikuti maupun tidak,tetapi al-qur’an disebut sebagai ‘’Dustur’’  Karena al-qur’an itu adalah konstitusi yaitu undang-undang yang paling tinggi yang dimiliki oleh manusia dan harus dipraktekan oleh manusia,terkhusus bagi umat muslim.

Bahkan didalam al-qur’an surah An-nisa’ : 105

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُۗ وَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًاۙ

Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat,

Bukankan ayat tersebut sangat tegas,bahwasanya makna ‘’litahkuma bainannas’’ adalah untuk mengurusi,untuk membuat aturan diantara manusia yang itu merupakan aktivitas politik

Rasullullah SAW menjelaskan tentag politik dan memahamkan kaum muslimin tentang politik sejak awal dakwah beliau.Rosulullah SAW menyampaikan politik itu kepada masyarakat sejak di 3tahun pertama dakwah beliau.yakni pada saat dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Maka dari itu,kalau hari ini ada pandagan-pandagan yang ingin menjauhkan pembahasan kaum muslin dari politik,sesungguhnya hal itu merupakan pandangan-pandangan untuk menjauhkan kaum muslimin dari posisinya sebagai umat yang akan segera meraih kembali kepemimpinan dunia dengan islam.

Baca Juga:  Ninja dan Kyai Kharismatik

Bila kaum muslimin tidak memahami politik dengan benar maka mereka akan menjadi orang-orang yang menerima saja perlakuan-perlakuan buruk dari rezim hari ini,maupun pemberlakuan sistem kaptalisme globlal yang semakin menghancurkan dunia.

dan Karena itu waspadalah kembalikan semua persoalan itu kepada pandangan islam dan sungguh islam telah mengajarkan politik adalah bagian yang tidak terpisahkan. Bahwa kita menguasai dan memahami aqidah islam, tidak terlepas dari memahami posisinya sebagai akidah siyasiyah atau akidah politik. [] Juliana Setefani Usaini

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post