Berawal Dari Korban, Kini Menjadi Selingkuhan

selebriti berselingkuh (pinterest.com-almuhtada.org)

almuhtada.org – Setiap orang yang menikah sudah tentu mendambakan dan mencita-citakan pernikahan yang harmonis. Namun tidak bisa dilupakan bahwa sebuah pernikahan pada dasarnya terdiri dari dua orang yang mempunyai kepribadian, sifat dan karakter, latar belakang keluarga dan problem yang berbeda satu sama lain. Semua itu sudah ada jauh sebelum keduanya memutuskan untuk menikah.

Oleh karena itu, tidak heran jika kehidupan pernikahan pada kenyataan-nya tidak seindah dan seromantis harapan pasangan tersebut. Persoalan demi persoalan yang dihadapi setiap hari, belum lagi ditambah dengan keunikan masing-masing individunya, sering menjadikan kehidupan pernikahan menjadi sulit dan hambar. Jika sudah demikian, maka kondisi itu semakin membuka peluang timbulnya perselingkuhan di antara mereka.

Perselingkuhan akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan yang menarik dan santer, sebab perselingkuhan itu sendiri tidak hanya didominasi oleh para pria, tetapi juga wanita di segala lapisan dan golongan, bahkan tidak memandang usia.

Idealnya, kehidupan suami istri dalam rumah tangga mampu mewujudkan keluarga yang harmonis dan bahagia. Namun dalam kenyataannya banyak pasangan suami istri mengalami konflik rumah tangga sehingga tujuan pernikahan sulit untuk diwujudkan.

Pada dasarnya, setiap manusia tidak terlepas dari kehidupan normal masyarakat, membaur dalam kehidupan sosial. Sudah menjadi kodrat manusia mengikuti aturan kehidupan bermasyarakat seperti halnya berkeluarga.

Namun, aturan yang ada di lingkungan tersebut seperti pergaulan, status sosial, jabatan, dan pengalaman bisa mengubah manusia tersebut. Sama halnya dengan pernikahan yang semula harmonis, disebabkan faktor lingkungan tersebut bisa berubah menjadi sebuah konflik dan pertengkaran yang berujung kepada perceraian dan perselingkuhan.

Baca Juga:  Penjelasan Mengenai Kisah Nabi Musa yang Menampar Malaikat Maut, Yuk Simak Penjelasannya!

Perselingkuhan adalah hubungan antara individu baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah dengan orang lain yang bukan pasangannya. Walaupun demikian, pengertian “berselingkuh” dapat berbeda tergantung negara, agama, dan budaya.

Pada zaman sekarang, istilah perselingkuhan digunakan juga untuk menyatakan hubungan yang tidak setia dalam rumah tangga. Perselingkuhan merupakan salah satu aspek kehidupan keluarga dan sering menjadi sumber permasalahan. Perselingkuhan seorang suami atau istri merupakan bentuk penyimpangan tindakan anggota keluarga dilakukan tanpa sepengetahuan pasangannya.

Perselingkuhan dilakukan di berbagai aspek kehidupan keluarga, seperti keuangan, kebijakan keputusan, seksual, persahabatan, hubungan dengan orang tua, pekerjaan, dan sebagainya. Perselingkuhan biasanya ditandai dengan perubahan sikap. Perubahan sikap paling nyata dan sering terjadi dalam kasus perselingkuhan adalah kecenderungan untuk merahasiakan sesuatu, bertindak defensif (bersikap bertahan), dan berbohong.

Perilaku selingkuh dapat dikategorikan sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri yaitu upaya mempertahankan keseimbangan diri dalam menghadapi tantangan kebutuhan diri. Kebutuhan-kebutuhan yang tidak tercapai dalam keluarga akan dicapai pemenuhannya secara semu dengan cara berselingkuh.

Orang yang berselingkuh mengira seolah-olah masalah yang dihadapi akan terselesaikan sehingga memberikan keseimbangan untuk sementara waktu, namun, karena cara itu merupakan cara yang semu dan tidak tepat, sehingga yang terjadi adalah timbulnya masalah baru yang menuntut untuk pemecahan lagi. [Siti Fatimah]

Related Posts

Latest Post