Pernah Bertanya Kenapa Kita Angkat Tangan Waktu Berdoa? Ini Jawabannya!

Ilustrasi seseorang yang sedang mengangkat kedua tangannya ketika berdoa (freepik.com-almuhtada.org)

almuhtada.org – Berdoa adalah salah satu bentuk ibadah yang paling menunjukkan kerendahan hati seorang hamba.

Dalam doa, manusia mengakui kelemahan dirinya, menyampaikan segala keluh-kesah, harapan, permohonan ampunan, serta pengakuan total bahwa hanya Allah lah tempat bergantung.

Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.” (QS. Ghafir: 60)

Salah satu adab utama ketika berdoa adalah mengangkat kedua tangan.

Meskipun sederhana, gerakan ini memiliki kedudukan yang dianjurkan dalam syariat serta sarat dengan makna spiritual.

Mengangkat Tangan Adalah Adab Doa yang Dianjurkan

Dalam banyak dalil, Rasulullah saw. menunjukkan bahwa mengangkat tangan ketika berdoa adalah sesuatu yang mustahab (disunnahkan) dan termasuk adab yang menunjukkan harapan dan kerendahan diri di hadapan Allah.

Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu lagi Maha Mulia. Dia malu terhadap seorang hamba yang menengadahkan tangannya kepada-Nya lalu kembali dalam keadaan hampa.” (HR. Abu Dawud no. 1488; At-Tirmidzi no. 3556)

Hadis ini menunjukkan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah salah satu sebab diterimanya doa.

Mengangkat tangan adalah isyarat kesungguhan seorang hamba yang benar-benar berharap kepada Rabb-nya.

Rasulullah saw. juga bersabda mengenai seorang musafir yang kusut, berdebu, dan sangat membutuhkan pertolongan.

Ia mengangkat kedua tangannya seraya berkata:

“Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!”
Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram…
“Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”
(HR. Muslim no. 1015)

Baca Juga:  Orang yang Terlihat Baik Belum Tentu Baik

Hadis ini menunjukkan bahwa mengangkat tangan adalah bagian dari sebab terkabulnya doa, namun harus beriringan dengan ketaatan dan kehalalan.

 

Mengangkat Tangan Melambangkan Kerendahan dan Ketergantungan

Ustadz Muhammad Tholhah Al-Fayyadl menjelaskan bahwa doa yang baik memiliki adab yang baik pula.

Orang yang berdoa seharusnya bersikap seperti anak kecil yang meminta kepada orang tuanya yakni lembut, penuh hormat, dan berharap.

Mengangkat tangan saat berdoa melambangkan kerendahan hati, pengakuan bahwa kita butuh Allah SWT, ketergantungan penuh, dan harapan yang mengebu-gebu.

Adab yang baik dalam berdoa menjadi salah satu sebab cepat terkabulnya doa.

Ulama menjelaskan bahwa tidak ada dalil yang melarang mengangkat tangan dalam doa, dan karena doa sendiri adalah ibadah yang penuh harapan, maka hukum asalnya adalah boleh dan dianjurkan.

Namun, mengangkat tangan tidak wajib, cukup dilakukan sewajarnya, tidak perlu terlalu tinggi atau berlebihan.

Mengangkat Tangan Bukan Karena Allah “Di Atas”

Allah tidak bertempat. Allah tidak membutuhkan arah, ruang, atau lokasi.

Lalu mengapa tangan diarahkan ke atas?

Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam Ihya Ulumiddin:

فأما رفع الأيدي عند السؤال إلى جهة السماء فهو لأنها قبلة الدعاء وفيه أيضا إشارة إلى ما هو وصف للمدعو من الجلال والكبرياء تنبيها بقصد جهة العلو على صفة المجد والعلاء فإنه تعالى فوق كل موجود بالقهر والاستيلاء

Artinya : “Adapun perihal menengadahkan tangan kearah langit saat berdoa, itu dikarenakan arah langit merupakan hanya qiblat doa. Hal ini juga mengisyaratkan sifat kebesaran dan keagungan Allah sebagai zat yang dimintakan pertolongan, mengarah ke atas mengingatkan kita pada kemuliaan dan ketinggian-Nya. Allah dengan kuasa dan kewenangan-Nya di atas segala yang ada,” (Lihat Imam Al-Ghazali, Ihya ulumiddin, 1939 M/1358 H, Mesir, Mustafa Al-Babi Al-Halabi wa Auladuh, juz 1, halaman 113).

Baca Juga:  Jangan sampai terlewat : inilah waktu mustajab untuk berdoa

Keterangan Imam Al-Ghazali di atas jelas mengatakan bahwa arah “atas” ketika seseorang mengangkat tangan saat berdoa bukanlah penunjuk tempat bagi Allah, karena Allah tidak bertempat dan tidak terikat arah mana pun.

Mengarahkan tangan ke langit hanyalah simbol, sebagaimana kita menghadap ke Ka’bah saat shalat, bukan berarti Allah berada di Ka’bah.

Gerakan menengadahkan tangan hanyalah tanda pengagungan, harapan, dan ketundukan seorang hamba kepada Tuhan yang Maha Tinggi dalam kemuliaan dan kedudukan, bukan dalam tempat atau lokasi.

Berdoa itu bukan sekadar kata-kata. Ia adalah gerak hati dan mengangkat tangan adalah salah satu bentuk paling indah dari kerendahan seorang hamba.

Karena ketika tangan kita terangkat, sebenarnya hati kita sedang ditinggikan oleh harapan, keyakinan kita sedang diperkuat, dan ruh kita sedang mendekat kepada Rabb yang Maha Penyayang.

Dengan mengangkat tangan, kita seakan mengatakan :

“Ya Allah, aku datang membawa harapanku. Jadi, janganlah Engkau kembalikan aku dengan tangan kosong.”

Wallahu a’lam bishawab. [] Rezza Salsabella Putri

Related Posts

Latest Post