YOLO: Hindari Hal-Hal Distraksi, Jangan Sampai Lupa Misi, Fokuslah!

hidup hanya sekali
Gambar ilustrasi hidup hanya sekali (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Hallo sobat Almuhtada, apakah Anda mengetahui istilah YOLO?

Nah, bagi Anda yang belum tau apa itu YOLO, baca artikel ini hingga selesai ya agar mengetahui apa itu YOLO dan apa makna dibalik kata tersebut. Check this out!

YOLO merupakan singkatan dari Your Only Life Once yang berarti “kamu hanya hidup satu kali”.

Sebelum membahas makna dari YOLO, ada pertanyaan penting yang harus Anda jawab yaitu apakah Anda mengetahui alasan kenapa Anda hidup di dunia ini?

Ya, kita hidup di dunia ini tentu ada alasannya, ada misi yang harus diperjuangkan semaksimal mungkin.

“… Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia…” (Q.S. Ali-Imran:191).

Pada Q. S. Adz – Dzaariyat ayat 56 dijelaskan bahwa misi kita adalah untuk beribadah kepada Allah.

“ Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja).” (T. Q. S. Adz – Dzaariyat: 56).

Kemudian pada Q. S. An-Nisa ayat 36 juga dijelaskan misi kita sebagai penghuni di bumi.

Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (T. Q. S. An-Nisa: 36).

Baca Juga:  Menolong Orang Lain Ibarat Menolong Diri Sendiri

Misi lainnya juga telah dijelaskan pada Q. S. Ali- Imran ayat 133 yaitu untuk menjadi orang bertakwa.

“ Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (T. Q. S. Ali -Imran:133)

“YOLO = You Only Life Once = Kamu hanya hidup satu kali” sudah selayaknya menjadi reminder kita bersama karena sesungguhnya waktu untuk menghadap Allah telah ditetapkan.

Pada Q. S. Ali – Imran ayat 145 dijelaskan bahwa, “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap orang akan dibangkitkan sesuai kematiannya.” (HR. Muslim)

Maksud dari hadist di atas melansir at-Taisir Bi Syarhi al-Jami’ ash-Shaghir:2/259, manusia mati karena sesuai dengan kebiasaannya dan dibangkitkan sesuai itu (kebiasaannya).

Rasulullah SAW berwasiat agar kita selalu berprasangkan baik kepada Allah SWT.

Dari Jabir, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.” (HR. Muslim)

So, mari bersama-sama menjadi berarti dengan segala kemampuan yang kita miliki dengan memanfaatkan usia sebaik mungkin untuk menggapai ridho Illahi.

Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (T.Q.S. Al-Mudatstsir:38)

Niatkan agar segala aktivitas yang akan dilakukan itu dijadikan sebagai ibadah untuk pemberat amal kebaikan. Hindari hal-hal yang membuat distraksi hingga lupa misi.

Baca Juga:  Tujuan Hidup Manusia yang Wajib Semua Orang Pahami

Istilah YOLO ini menjadi reminder agar kita senantiasa fokus untuk memikirkan hal positif agar ketenangan hati itu hadir dan menjadi hamba yang saling menguatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Istilah YOLO menjadi reminder kita bersama agar berfokus pada bagaimana agar setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah.

Istilah YOLO juga menjadi reminder bahwa kita harus ingat bahwa Allah itu maha melihat dan segala hal yang kita lakukan terdokumentasikan.

Ayo wake up! Berusahalah agar setiap waktu menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Ingat bahwa kita tidak pernah tahu kapan kita akan kembali kepada Allah.

YOLO adalah istilah yang memiliki makna luar biasa. Ingatlah bahwa dunia ini hanya sebentar senda  gurau.

Ingat YOLO, seharusnya menjadi reminder kita juga bahwa mengenali diri sendiri itu penting. Kita sudah banyak dikasih nikmat sama Allah, ikutilah manual book dari-Nya yaitu Al-Qur’an.

Life is never flat! Hidup yang datar dan menenangkan itu tidak pernah dilakukan oleh pemeran utama.

Tidak akan lahir pelaut ulung dari laut yang tenang. Hadapi, syukuri, kuatkan diri dan jadilah pemenang!

Wallahu A’lam Bishawab [] Raudhatul Jannah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post