Walaupun Diam Saja Sudah Membantu Kok, Seperti Kisah Nabi Musa Berikut

kisah Nabi Musa tentang kehidupan
Gambar ilustrasi kisah Nabi Musa tentang kehidupan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Pernahkah kita dimintai tolong oleh seseorang baik itu teman kita, keluarga atau siapa pun itu untuk menemani walaupun hanya diam saja?

Terkadang kita berpikir, apa gunanya kehadiran kita di sana kalau diam saja? Atau bahkan hampir menolak karena merasa nanti akan tidak berguna ataupun waktunya sia-sia. Ternyata kejadian tersebut pernah dialami oleh nabi Allah yang ceritanya ada dalam Al-Quran.

Dalam surat taha, Allah memerintahkan nabi Musa untuk menghadapi Firaun yang dhalimnya telah melampaui batas.

Tetapi, nabi Musa tidak langsung menerima perintah tersebut melainkan meminta ditemani salah satu dari keluarganya yaitu nabi Harun.

Bahkan beliau meminta kepada Allah untuk diteguhkan kekuatannya dengan adanya nabi Harun di sampingnya dalam segala urusannya. Walaupun telah ditunjukkan bahwa dirinya telah diberi mukjizat sebelum diperintahkan untuk menghadapi Firaun.

Kenapa nabi Musa sebegitu takut akan didustakan di sana? Karena terdapat dalam Al-Qashas disebutkan bahwa nabi Musa sempat membunuh salah seorang dari kaumnya Firaun secara tidak sengaja karena menolong seseorang dari bani Israil.

Beliau juga menyebutkan bahwa lidah nabi Harun lebih fasih daripada beliau dan nabi musa ingin menjadikan nabi Harun orang yang membenarkan perkataannya karena takut mereka akan mendustakan perkataan nabi Musa.

Tapi, bagaimana akhirnya? Nabi Musa sendiri yang berbicara ke Firaun, bahkan dengan lancarnya nabi Musa juga menunjukkan mukjizatnya di depan para penyihir Firaun hingga mereka langsung masuk agama Islam.

Baca Juga:  Su'airah: A Female Resident of the Heaven

Apakah nabi Musa melakukan sesuatu yang belum beliau perkirakan sebelumnya ? Apakah beliau tidak mampu?

Sebenarnya nabi Musa mampu, karena Allah tidak mungkin membebani manusia di luar kemampuannya, tetapi nabi Musa perlu dikuatkan dengan hadirnya saudaranya yang menjadi support system dalam dakwahnya.

Melihat dari cerita ini, ternyata dengan menemani walaupun diam saja sudah sangat berpengaruh. Sehingga, ketika kita dimintai tolong oleh seseorang untuk menemaninya melakukan sesuatu tanpa kita melakukan apa-apa sebisa mungkin kita terima saja karena mungkin dia sedang membutuhkan suport system seperti nabi musa.

Nabi musa saja yang kuat dan telah diberi mukjizat oleh Allah masih perlu support system, bagaimana dengan kita?

Di samping itu, jangan lupa dalam membantu juga kita harus sesuai surat Al-Maidah ayat 2 yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

Demikian sedikit pembahasan tentang betapa pentingnya support system, semoga bermanfaat. Wallahu A’lam. [] Shofiyatul Afiyah

Editor: Mohammad Rizal ARdiansyah

Related Posts

Latest Post