Bagaimana Cara Penentuan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal? Begini Menurut BMKG

metode penentuan awal Bulan Ramadhan
Gambar ilustrasi metode penentuan awal Bulan Ramadhan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Tak terasa, sudah satu minggu kita menjalani puasa di Bulan Ramadhan. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya di kalender Hijriyah, ada cara tersendiri dalam menentukan jatuhnya awal Bulan Ramadhan.

Bulan Sya’ban dan Ramadhan adalah dua bulan di kalender Hijriyah yang jumlah harinya tidak tetap, bisa 29 atau 30 hari.

Hal itu menyebabkan ada cara atau metode tersendiri dalam menentukan awal Bulan Ramadhan dan Syawal. Di Indonesia, penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawal menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan metode hisab.

Selanjutnya hasil dari pengukuran dan perhitungan menggunakan kedua metode tersebut dibawa dalam sidang isbat yang diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Metode rukyatul hilal masih menjadi yang utama dalam penentuan awal Ramadhan di Indonesia. Ketentuan hilal didasarkan pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kriteria hilal yang ditetapkann oleh MABIMS adalah sebagai berikut:

  • Tinggi hilal minimal 2 derajat di atas ufuk barat
  • Elongasi (sudut antara bulan dan matahari) minimal 3 derajat

Rukyatul hilal adalah metode mengamati langsung keberadaan hilal di ufuk barat setelah matahari terbenam. Sementara itu, hisab adalah metode menghitung posisi bulan berdasarkan perhitungan astronomis.

Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Rukyatul hilal lebih dekat dengan tradisi Islam, tetapi memiliki keterbatasan karena dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kemampuan pengamat. Hisab lebih akurat secara ilmiah, tetapi tidak memiliki landasan tradisi yang kuat.

Baca Juga:  BUKBER : Bukannya Meningkatkan Ukhuwah, Malah Dijadikan Ajang Ghibah

Sidang isbat merupakan upaya untuk menjembatani kedua metode ini dan menghasilkan keputusan yang diterima oleh semua pihak. Dalam sidang isbat, Kemenag akan mendengarkan laporan rukyatul hilal dari seluruh Indonesia dan kemudian mempertimbangkannya bersama dengan hasil hisab astronomis.

Keputusan sidang isbat bersifat final dan mengikat bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menunggu hasil sidang isbat dan tidak terburu-buru menentukan awal Ramadan sendiri.

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam di seluruh dunia berpuasa dari fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mari kita sambut bulan Ramadan 1445 Hijriah dengan penuh semangat dan keikhlasan. Semoga Ramadan tahun ini membawa berkah dan ampunan bagi kita semua. [] Moh. Aminudin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post