Ternyata Inilsh Penyebab Tidak Terkabulnya Doa!

Penyebab Doa Tidak Dikabulkan
Gambar ilustrasi Penyebab Doa Tidak Dikabulkan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Hakikat manusia sebagai seorang Hamba adalah memohon dan meminta kepada Allah SWT.

Namun terkadang manusia sering kali putus asa apabila Allah tidak langsung mengabulkan doanya. Padahal sejatinya Doa itu akan selalu dikabulkan oleh Allah, meskipun entah kapan waktunya.

Namun ada beberapa penyebab doa itu tidak dikabulkan oleh Allah. Diambil dari salah satu tausiah Ustadzah Okki Setiana Dewi, beberapa alasan doa tidak dikabulkan Allah antara lain:

1. do’a dari hati yang lalai

Kata Rasulullah SAW : ” Berdoalah kepada Allah dengan hati yang yakin akan dikabulkan,dan ketahuilah bahwasanya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai”

2. Allah tidak akan menerima doa dari orang” yang masih memakan-makanan yang haram.

Baik haram secara Dzat nya maupun secara perolehannya.

haram karena zatnya seperti babi, bangkai dan darah. Sedangkan yang haram karena sesuatu bukan dari zatnya seperti makanan yang tidak diizinkan oleh pemiliknya untuk dimakan atau digunakan.

Sedangkan haram secara perolehannya yaitu seperti diperoleh dari mencuri.dll

3. Allah tidak menerima doa dari orang” yang terus menerus berbuat maksiat.

Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah, yang bila dilakukan akan berdosa.

Manusia sering kali berbuat maksiat,contoh maksiat dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ghibah,ghosob,mencuri,membully,dll

Ada ucapan dari ulama terdahulu yaitu ” Jangan sekali-kali kamu merasa dikabulkan permohonanmu jika kamu berdoa kepada Allah,karna sungguh kamulah yang menutup pengabulan doamu dengan dosa-dosamu”

Baca Juga:  Umat Muslim Wajib Tahu! Berikut Kumpulan Tanda-Tanda Datangnya Malam lailatul Qadar

Dalam berdoa ada Adab- Adab nya agar cepat dikabulkan oleh Allah SWT bukan hanya sekedar meminta saja.

Berikut merupakan cara agar doa kita cepat dikabulkan oleh Allah SWT :

  1. Jangan pernah sekali” mengatakan aku sudah berdoa,namun belum terkabul

Rasulullah Saw bersabda :ada orang yang terburu-buru dalam berdoa kepada Allah,yaitu mereka yang apabila berdoa kepada Allah berkata aku sudah berdoa kepada Allah namun tidak Allah kabulkan (HR.muslim)

  1. Menghadirkan hati.

Berdoa kepada Allah harus benar” dalam kondisi khusu’,jangan sampai kita berdoa namun fikiran dan hati kita bukan kepada Allah

  1. Menyanjung Allah.

Menyanjung Allah dengan kalimat pujian seperti kalimat tahlil,tasbih,dll

4.Membaca sholawat atas nama nabi Muhamad SAW.

  1. Berdoa dalam tempat yang mustajab ataupun waktu yang mustajab.

Berdoa dapat dilakukan kapan saja tanpa batas waktu. Namun, ada sejumlah waktu mustajab yang apabila seorang muslim berdoa pada momen itu insyaAllah permohonannya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan).

Contoh tempat yang mustajab apabila dilakukan untuk berdoa adalah  Tempat Mustajab di Makkah dan Madinah

Multazam, Hijir Ismail, Rukun Yamani,Maqam Nabi Ibrahim,Muzdalifah dan Mina, Raudhah,Dalam Kak’bah.

Sedangkan contoh waktu mustajab untuk berdoa adalah ; Saat Sepertiga Malam Terakhir

Tentu saja ada pedoman yang membuat kita bisa berdoa di waktu ini yakni Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu ada suatu waktu yang jika kebetulan seorang muslim berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat ketika itu, maka Allah akan mengabulkan doanya.

Baca Juga:  Adab Berdoa: Kunci Dikabulkannya Doa dalam Sepuluh Langkah

Saat Antara Adzan dan Iqomah

Kebanyakan doa memang akan dikabulkan pada saat ini. Hal ini sesuai dengan landasan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Jika adzan untuk sholat telah dikumandangkan, maka dibukalah pintu-pintu langit, dan doa pun dikabulkan.” (HR. Ahmad dan Turmudzi).

Sesungguhnya hakikat dari doa adalah apabila kita memohon Allah langsung mengabulkan,atau Allah ganti dengan yang lebih baik,doa adalah ibadah” yang mana ibadah ini akan ada pahalanya dihari akhir atau Yaumil qiyamah. [] Juliana Stefani

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post