Pentingnya Berbuat Baik Meski Tidak Diperlakukan Baik

Berbuat Baik Kepada Semua Orang
Gambar Ilustrasi Berbuat Baik Kepada Semua Orang (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak bisa  hidup sendiri, perlu adanya interaksi antar sesama. Kita hidup perlu bantuan orang lain, nasihat orang lain, dan sebagainya.

Maka dari, itu kita harus melakukan kebaikan untuk orang lain meski orang tersebut tidak melakukannya. Bahkan ketika mereka melakukan hal yang buruk.

Memang ada beberapa permasalahan mengenai perilaku orang lain terhadap diri kita yang  kurang menyenangkan. Hal itu membuat kita enggan untuk membantunya ketika dia memerlukan bantuan.

Namun, perilaku tersebut bukanlah perilaku seorang muslim, karena muslim yang baik tentu tidak akan membiarkan saudaranya menderita.

Perilaku seseorang yang buruk memang membuat kesal, biasanya kita melakukan hal yang sama terhadap orang tersebut dalam artian kita tidak membalasnya dengan perilaku yang baik. Namun, meski orang lain berbuat semana-mena, kita harus tetap membalasnya dengan kebaikan.

Hal ini dijelaskan dalam hadits:

وَطِّنُوا أنفُسَكُم إن أحسَنَ النَّاسُ أَن تُحسِنُوا وَإِن أَسَاءُوا فَلاَ تُظلِمُوا

“Mantapkanlah diri kalian! Jika orang lain berbuat baik maka balas kebaikan juga, dan jika mereka berbuat jahat maka janganlah kalian berlaku dzalim.” ( HR Imam Tirmidzi)

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits diatas, maka kita harus tetap berbuat baik meski orang tersebut melakukan perbuatan buruk terhadap diri kita. Jika kita membalasnya dengan perilaku yang sama, maka kita tidak lain termasuk orang yang sama dengannya.

Baca Juga:  Yuk Terapkan! Inilah 4 Sikap Bijak Generasi Muda Islam dalam Bermedia Sosial Sesuai Syariat Islam

Imam Syafi’i mengatakan:

إنك لاتقدر أن ترضي الناس كلهم، فأصلح ما بينك وبين الله، ولاتبال بالناس

Yang artinya :

“Sesungguhnya engkau tidak akan mampu membuat semua manusia senang, maka perbaikilah hubungan antara diri kita dengan Allah, dan jangan pedulikan apa kata manusia.”

Sebagai manusia kita tidak bisa memprediksi atau mengatur perilaku orang lain terhadap diri kita. Rasulullah SAW yang merupakan manusia paling mulia selalu rendah hati, berbuat baik kepada semua orang tetap ada yang berlaku semena-mena kepadanya.

Hal  itu tentunya patut kita contoh dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Denagn begtu, kita akan menjadi pribadi yangrendah hati dan suka menolong.

Pada dasarnya segala yang kita lakukan itu untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ

Artinya : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kebaikan itu untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”. (Q.S Al-Isra : 7).

Jadi intinya sebagai manusia yang baik tetaplah berbuat baik kepada orang lain, meski orang tersebut tidak memperlakukan hal baik kepada kita. [] Nayla Syarifa

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post