Ujian dan Cobaan Hidup : Jalan Menuju Surganya Allah

Menuju surga dengan menghadapi ujian dan cobaan
Menuju surga dengan menghadapi ujian dan cobaan (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Setiap Manusia di bumi dilahirkan memiliki jalan takdirnya masing masing. Pastinya tiap manusia memiliki tanjakan kehidupan yang berbeda beda. Ada yang diberi ujian dari yang ujian kesenangan berupa harta benda adapula yang ditimpa ujian kesedihan seperti sakit, kecelakaan dan yang lainnya.

Allah memberikan ujian untuk umatnya tak lain merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita sebagai umatnya.  Ujian yang datang itu juga bisa menjadi ladang pahala dan pembersih dosa dosa kita.

Suatu ketika ada yang bertanya terhadap Rasulullah. “Wahai Rasulullah,siapakah yang paling berat ujiannya?”

Rasulullah SAW pun menjawab,  “Para nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai denngan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapat cobaan, hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR Tirmidzi).

Jika kita mendapatkan masalah yang bertubi tubi,ingatlah

  1. Tidak pernah Allah turunkan ujian kecuali kita mampu mengatasinya
  2. Tidak pernah allah turunkan ujian kecuali dibalik ujian itu ada solusi nya
  3. Tidak pernah allah turunkan ujian sesuai dengan keadaan zamanny

Dengan ujian ujian yang Allah berikan,disitu Allah ingin melihat siapa di antara yang mendapatkan ujian tersebut yang senantiasa mendekatkan diri dan  senantiasa meningkatkan amal shaleh dengan hadirnya ujian tersebut. Cobaan cobaan yang datang itupun tak lain adalah sebagai jembatan kita menuju surga terbaiknya Allah.

Baca Juga:  Inilah Adab Muslim yang Berilmu, Jaga Jangan Sampai Lupa!

Jika kita kembali ke dulu, kita bisa melihat misalnya nabi sendiri yang ahli surga saja mendapatkan cobaan bertubi tubi dari Allah SWT apalagi kita sebagai manusia biasa.

Atau kita bisa lihat misalnya Umar bin Khattab,Abu bakar as-siddiq atau mungkin abdurrahman bin auf juga yang di jamin Allah masuk surga juga mendapatkankan ujian hidup. Semua orang yang ahli surga mendapatkan ujian dalam hidupnya itu seraya mengantarkan mereka ke surga melalui cobaan cobaan tersebut.

Allah memberikan cobaan ke pada hambanya itu berarti Allah tau jika kita mampu menghadapi ujian yang Allah berikan. Dari ujian ujian inilah Allah ingin melihat bentuk ikhtiar kita dengan  mendekatkan diri dan  senantiasa meningkatkan amal shaleh dalam menghadapi ujian tersebut. Yakinlah tiap kesusahan pasti ada kemudahan. Sesuai dengan firman Allah :

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami telah menghilangkan bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sebenarnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Al Insyirah/94:1-8)

Lantas,bagaimana jika pertolongan yang Allah janjikan itu tidak kunjung datang?

Semua itu hanya perihal waktu. Pertolongan Allah itu pasti datang disaat yang tepat. jika saat ini kita tidak mendapatkan pertolongan,itu bukan berarti Allah membiarkan kita mengalami kesulitan  tetapi itu karena Allah masih memberikan kita kekuatan untuk mampu menghadapi ujian tersebut. Tertundanya pertolongan Allah juga menjadi bentuk tambahan pahala dari Allah memlai buah kesabaran kita.

Baca Juga:  Jangan Bersedih, Allah Mencintai Kita Melalui Semua Ujiannya

Sebagaimana disampaikan oleh salah seorang ulama besar, yaitu Al-Imam Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullahu ta’ala yang mengatakan:

الله يجعل لأوليائه عند ابتلائهم مخارج

وإنما يتأخر ذلك عن بعضهم في بعض الأوقات تهذيبا وزيادة لهم في الثواب

“Sungguh Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan memberikan jalan keluar kepada setiap hamba yang beriman lagi bertakwa dari semua cobaan yang sedang mereka hadapi, hanya saja jalan keluar yang akan diberikan kepada sebagian mereka sewaktu-waktu dapat tertunda sebagai pembersih dosa dan tambahan pahala bagi mereka.” [Fathul Bari syarah Shahih al-Bukhari]

Disinilah waktunya kita memperbanyak dzikir dan doa kita kepada Allah.  Manfaatkanlah setiap waktu yang kita punya  untuk berdoa kepada Allah dengan keyakinan dan kesungguhan hati.

Jangan pernah letih untuk berdoa kepada Allah karena ciri orang beriman adalah tidak pernah letih untuk berdoa dan Allah tau kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa doa yang kita panjatkan. [] Fitri Novita Sari

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post