Meneladani Sosok Khalid bin Walid, Pedang Allah yang Terhunus

Kisah Khalid bin Walid
Kisah Khalid bin Walid (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Khalid bin Walid merupakan sahabat Rasulullah Saw sekaligus seorang pejuang dan panglima perang yang terkenal pada masa Rasulullah Saw.

Ide-idenya yang cemerlang, taktik dan strategi perang yang sangat jitu membuat Khalid bin Walid menjadi sosok yang hebat. Khalid bin Walid juga menjadi juru tulis Rasulullah Saw sehingga mendapat gelar Abu Sulaiman.

Khalid bin Walid lahir dari seorang ibu bernama Lababah ash-Shaghri binti al-Harits bin Harb. Ayahnya bernama Walid bin Mughirah. Khalid bin Walid adalah keturunan Bani Makhzum, Suku Quraisy, Kabilah Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar Bani Hasyim, Kabilah Rasulullah Saw.

Keluarga Khalid bin Walid merupakan orang terpandang dan orang tuanya memiliki kekayaan yang berlimpah. Dengan kekayaan yang dimiliki orangtuanya, sedari kecil Khalid bin Walid mendapatkan fasilitas belajar, salah satunya yaitu berkuda. Khalid bin Walid tumbuh menjadi panglima perang yang sangat hebat dan mahir dalam berkuda sehingga sulit terkalahkan di peperangan.

Kehebatan Khalid bin Walid dalam peperangan membuatnya dijuluki sebagai Saifullah al-Maslul yang berarti Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam sejarah juga disebutkan bahwa hanya ada dua orang yang bisa berperang dengan memegang dua pedang sambil berkuda, salah satunya yaitu Khalid bin Walid. Khalid bin Walid juga dikenal sangat mahir dalam menggunakan segala alat perang sehingga selalu memiliki peranan penting dalam peperangan.

Sebelum masuk Islam, Khalid bin Walid bersama Abu Jahal dan Bani Makhzum sangat memusuhi Rasulullah Saw beserta kaum muslimin. Bahkan, Khalid bin Walid pernah ditugaskan untuk membunuh Rasulullah Saw.

Baca Juga:  Gaya Kepemimpinan Khalifah Utsman Bin Affan

Dalam perang Uhud, Khalid bin Walid menjadi pemimpin pasukan berkuda di pihak kaum Quraisy dan berhasil mengalahkan kaum muslimin karena adanya kelalaian beberapa pasukan perang kaum muslimin yang tidak mendengarkan pesan Rasulullah Saw. Khalid bin Walid menggunakan taktik perang dengan memanfaatkan kelemahan musuhnya.

Khalid bin Walid akhirnya masuk Islam karena terketuk hatinya oleh sikap Rasulullah Saw yang memuji kehebatannya. Al Walid bin Walid, saudara Khalid bin Walid yang sudah masuk Islam terlebih dahulu, merupakan orang yang menyampaikan pujian Rasulullah Saw kepada Khalid bin Walid. Betapa terharunya Khalid bin Walid karena Rasulullah Saw yang sangat baik hati, padahal dirinya pernah berniat buruk untuk membunuh Rasulullah Saw.

Setelah masuk Islam, Khalid bin Walid menjadi panglima perang kaum muslimin dan tidak pernah terkalahkan dalam perang yang diikutinya. Beberapa peperangan yang pernah diikuti Khalid bin Walid setelah masuk Islam yaitu, perang Mut’ah, Fatthu Mekkah, Perang Hunain, Pengepungan Thaif, Perang Tabuk, Perang Yarmuk, dan Perang Riddah.

Kemampuan Khalid bin Walid dalam berperang tidak perlu diragukan lagi. Kisahnya mengandung banyak pelajaran yang dapat diteladani oleh umat muslim, salah satunya adalah tidak takabur. Meskipun memiliki kehebatan dalam berperang, namun Khalid bin Walid tidak membanggakan diri dan tidak bersikap sombong, justru dirinya bersikap rendah hati. [] Assyahla Hafidzah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Baca Juga:  Inilah Biografi Singkat Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Penulis Kitab Sirah Nabawiyah

Related Posts

Latest Post