Inilah Adab Muslim yang Berilmu, Jaga Jangan Sampai Lupa!

Adab seorang muslim yang berilmu
Gambar ilustrasi adab seorang muslim yang berilmu (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Kata “ilmu” berasal dari bahasa Arab “عِلْم” yang dieja sebagai “ilm”. Dalam bahasa Arab, kata ini merujuk pada pengetahuan, kebijaksanaan, atau informasi yang diperoleh melalui studi, pengamatan, atau pengalaman.

Orang yang berilmu memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang tertentu, kemampuan analisis yang baik, dan kesadaran akan keterbatasan ilmu. Mereka yang berilmu akan aktif belajar dan mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di dunia ini ada berbagai macam bidang ilmu. Sebagai seorang muslim yang berilmu, kita perlu tahu bagaimana harus bersikap dan berperilaku dalam menggunakan ilmu yang dimiliki.

Islam telah memberikan gambaran bagaimana adab-adab yang seharusnya dimliki oleh seorang yang berilmu . Lantas apa saja adab-adab tersebut? Mari Simak tulisan berikut ini.

  1. Meluruskan Niat

Pertama, sebagai orang yang memiliki ilmu sangat diperlukan untuk meluruskan niat. Tanpa niat yang baik, ilmu yang diperoleh tentunya tidak akan menjadi sebuah berkah. Justru akan menjadi sebuah boomerang apabila memperoleh ilmu diniatkan untuk melakukan kejahatan. Begitupun saat menyampaikan ilmu, selalu niatkanlah hal yang baik dan positf.

  1. Keserdahanaan

Islam selalu mengajarkan sikap untuk selalu rendah hati.  Jangan pernah bersikap sombong dengan merasa jauh lebih pintar atau hebat dihadapan manusia lainnya. Karena Allah sendiri sangat melarang sikap tersebut, terbukti dalam firmannya yang berbunyi:

“Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan bisa menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang seperti gunung”. (Q.S. al-Isra [17]: 37)

  1. Memelihara Ilmu
Baca Juga:  Masih Sering Menjadi Pertanyaan, Apakah Seorang Muslim Boleh Mengucapkan Selamat Natal? Temukan Penjelasannya Disini!

Ada banyak tantangan yang menyebabkan seseorang yang  menguasai ilmu lalu kehilangannya. Sebagai contoh jika seorang hafidzt Qur’an yang tidak pernah muraja’ah maka lambat laun hafalannya akan luntur dan hilang.

Oleh karena itu penting dimiliki seseorang yang sedang menuntut ilmu atau yang sudah berilmu memperhatikan hal ini. “Bencana orang berilmu adalah lupa, dan membicarakan dengan yang bukan ahlinya”(Ibnu Abu Syaibah). Ada banya cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk usaha memelihara ilmu yaitu menulis dan muraja’ah (mengingat kebali apa yang telah dipelajari).

  1. Mengamalkan

Senang berbagi dan tidak pelit ilmu adalah salah satu ciri seorang muslim yang berilmu.Hal ini merupakan bentuk mengamlkan ilmu yang dimiliki. Seperti yang diketahui bahwa ilmy yang diamalkan sama berarti ial telah melakukan amal jariya. Sebagaimana yang dikatakan dalam Hadist:
“Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara yaitu sodaqoh jariyah, ilmu yang diamalkan dan anak yang sholeh”. (H.R. Muslim no. 1631)

  1. Amanah

Sampaikanlah ilmu yang benar, yang sesuai denga napa yang guru ajarkan. Jangan sampi kita menodai imu dengan bersikap menipu karena menyampaikan tidak sesuai faktanya jjustru membodohinya dalam ilmu yang salah.

  1. Bersikap Lemah Lembut

Salah satu tantangan atau kesulita seorang yang berilmu saat menyampaikannnya adalah ia tidak sabar sehingga berperilaku keras. Padahal setiap orang memiliki daya tangkap yang berbeda-beda. Oleh karena diperlukan sebuah kesabarann dan kelembutan agar ilmu yang dibberi bisa diterima dengan baik.

Baca Juga:  Belajar dari Kisah Kucing Tentang Arti Sebuah Kebaikan

Sebagaimana yang terdapat dalam surat Ali Imrân ayat 159
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu…” (Q.S. Ali Imrân [3]: 159)

Demikianlah sedikit pembahasan mengenai adab orang yang berilmu. Semoga apa yang dituliskan disini bisa bermanfaat dan menjadi amala jariah untuk kita semua. Teruslah semangat dalam menuntut ilmu. [] Tia Rosalita

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post