Syarat Pertemanan Menurut Al-Imam Al-Ghazali

Menjalin pertemanan menurut Imam Al-Ghazali
Gambar ilustrasi menjalin pertemanan menurut Imam Al-Ghazali (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Halo sobat mahasantri! Bagaimana nih kabarnya? Semoga senantiasa sehat ya.

Berbicara mengenai pertemanan, apa sih yang terlintas di pikiran teman-teman? So, pasti tentang keakraban, cara berbuat baik, ataupun masih banyak lagi. Disini saya akan sedikit membahas arti pertemanan yang sebenarnya menurut Al-Imam Al-Ghazali.

Teman adalah oarang yang sudah kita kenal, orang yang sering berinteraksi dengan kita. Sedangkan pertemanan adalah dua orang yang saling menghabiskan waktu bersama, biasanya dalam lingkup pekerjaan yang sama.

Namun kategori pertemanan ada bermacam-macam, yakni teman biasa, teman dekat, dan sahabat. Ada kalanya kita harus menghindari pertemanan yang toxic, kalau tidak dapat menghindari kita dapat terjerumus ke hal-hal yang diluar kendali, naudzubillahimindzalik.

Maka dari itu, untuk mengetahui syarat pertemanan yang baik itu bagaimana? Simak terus artikel dibawah ini.

  1. Uji Akalnya

Akal merupakan modal utama dalam meraih keberuntungan. Sebaliknya, kebodohan merupakan awal dari kerugian. Contoh kecilnya, adalah seorang pengemudi.

Orang yang mengemudi kendaraan sudah semestinya mengetahui aturan dan tata tertib lalu lintas, namun apabila tidak mengetahuinya akan membahayakan dirinya dan membahayakan orang lain.

  1. Uji Budi Pekertinya

Banyak orang yang cerdas secara intelektual, namun tidak dengan kepribadian. Banyak orang pandai secara akademis, namun tidak dalam budi pekerti.

Allah swt. Memuji rasul karena budi pekerti beliau yang sangat mulia. Budi pekerti yang luhur ibarat parfum, semakin wangi parfum tersebut maka semakin inggi pula nilainya.

  1. Lihat Perbuatannya
Baca Juga:  Inilah Syarat Syarat Untuk Mendapatkan Surga

Janganlah mencari teman, sahabat, atau teman dekat yang melanggar perintah Allah. Carilah sosok teman yang benar-benar taat kepada Allah dan hindari orang-orang yang gemar bermaksiat.

  1. Lihat Akidahnya

Islam yang dibawa ke Indonesia menganut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Oleh karena itu, perlu menjadi kewaspadaan dalam menjalin hubungan yang berfaham lain. Kita mesti berhati-hati dalam lingkungan sekitar supaya tidak mengganggu faham yang kita anut.

  1. Perhatikan Cinta pada Dunia

Jangan mencari teman yang terlalu cinta pada dunia, tamak dan serakah. Dua ciri khas orang yang tamak yaitu enggan membantu orang lain yang berada dalam kesusahan dan selalu berusaha menambah kenikmatan duniawinya meski untuk itu harus menginjak hak dan martabat orang lain.

Itulah beberapa syarat dalam pertemanan, semoga sangat membantu. Tetaplah berbuat baik dimanapun kamu berada. Merendahlah sampai tak seorangpun berani merendahkanmu. [] Nurul Hikmah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post