PEREMPUAN JUGA BISA

Oleh:

Tri Ratna Ambarwati

 

Dalam sebuah penelitian sukses berkolerasi positif bagi seorang laki – laki namun berkorelasi negatif untuk perempuan. Mengapa demikian? ,menjadi perempuan tidaklah mudah terkadang memiliki impian menjadi sukses dianggap bertentangan dengan tradisi, ingin berprestasi dengan segala ambisi dianggap mementingkan diri pribadi. Banyak orang mengatakan sebagai seorang perempuan harusnya begini, tidak boleh begitu, seperti ini tidak baik dan anggapan –  anggapan lain yang justru membuat mental dari seorang perempuan itu akan jatuh. Perempuan dituntut untuk menempatkan diri sebagai anak,istri,ibu,tetangga,dll inilah yang menjadii alasan mengapa perempuan sering kali dibatasi pergerakannya. Sebagai seorang perempuan kewajibannya mengurus anak, membersihkan rumah, mengurus pekerjaan – pekerjaan rumah inilah kenyataan anggapan banyak orang. Dunia gempar dengan emansipasi, namun kenyataan dilapangan tidak menunjukkan demikian. Bukan hanya seorang perempuan yang sedang berjuang saja yang mendapat kritikan, bahkan seorang perempuan yang sudah sukses pun ditakar dengan penilaian yang bermacam – macam.

Dunia adalah lahan kompetisi  dan siapapun mempunyai hak untuk ikut berkontribusi. Memang benar laki – laki punya tanggungjawab untuk menghidupi, tetapi bukan berarti sukses harus selalu mereka yang mendominasi. Sebagai seorang perempuan mereka juga memiliki hak untuk menyuarakan pendapat ,menyalurkan bakat, dan memiliki cita – cita yang tinggi. Perempuan bukan hanya seorang istri ataupun anak tetapi juga seorang warga negara yang sama – sama memiliki potensi mengembangkan negeri ini. Fikiran – fikiran kritis seorang perempuan seringkali diremehkan, bahkan sebeluam kita berbicara. Tanpa melihat apa yang akan kita sampaikan namun lebih melihat siapa kita yang dianggap hanya seorang perempuan. Bahkan ada  dalam sebuah perusahaan seorang perempuan yang memiliki potensi setara dengan laki – laki digaji lebih rendah, dengan berbagai alasan.

Baca Juga:  Memaafkan Atau Balas Dendam?

Kesetaraan gender sangat perlu direalisasikan. Dalam sebuah organisasi apabila hanya didominasi oleh satu golongan saja maka akan melahirkan pemikiran yang kurang terbuka. Laki – laki dan perempuan layaknya sepasang sepatu, apabila tiggi haknya atau ukurannya berbeda jelas jalannya tidak akan baik atau kurang seimbang.

Sebagai seorang perempuan jangan pernah takut untuk melangkah, kita bisa menjalani berbagai peran tanpa harus meninggalkan salah satunya. Kita punya cita – cita yang menunggu dinobatkan, kita punya orang – orang yang perlu dibahagiakan, dan kita punya negara yang perlu dimajukan. Jangan biarkan potensi – potensi yang kita miliki hanya terbengkalai dalam ketidakbergunaan, jangan biarkan fikiran – fikiran kritis kita terhadap permasalahan tak bisa direallisasikan karena dibungkam rasa tak percaya diri akibat penilaian banyak orang.

Memang masih banyak yang perlu dibenahi, namun yang mengerti dirimu adalah dirimu sendiri. Bagaimana kekuranganmu,kelebihanmu dan potensi yang bisa kamu kembangkan, kecakapan yang bisa menghasilkan, sehingga membuat seorang perempuan tak hanya berdiam tapi juga produktif. Harga diri tidak ditentukan oleh orang lain tetapi berasal dari diri sendiri bagaimana kita mampu menghargai diri sendiri dan berkarya. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan kita penilaian – penilaian orang lain akan berbeda. Perempuan memiliki perang yang begitu besar, karena Perempuan cerdas akan melahirkan generasi – generasi yang cerdas pula. Bukan hanya untuk saat ini namun juga untuk masa – masa setelahnya.

Baca Juga:  Seorang Nenek :)

Penulis adalah Santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Keoahragaan Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post