Ilustrasi Penyindir Kehidupan Sosial

Oleh:

Muh Naelul Arzak

Ilustrasi sering sekali kita jumpai diera globalisasi seperti ini, mengapa demikian? Ilustrasi menjadi hal yang biasa muncul dalam media sosial, baik itu untuk keperluan iklan suatu instansi tentang produk-produk yang mereka tawarkan, sampai ilustrasi dalam bentuk hiburan atau sindiran terhadap sesuatu hal, biasanya menyindir tentang politik atau kehidupan sosial. Ilustrasi sendiri merupakan pengambaran suatu hal baik itu digambarkan secara fiktif maupun secara nyata. Dalam pengertiannya sendiri, ilustrasi adalah suatu gambar yang dapat memperjelas suatu cerita atau informasi, sehingga cerita dan informasi tersebut serasa lebih hidup serta mudah dipahami.

Kehidupan sosial saat ini seringkali berubah mengikuti perkembangan zaman, dalam aspek sosial manapun baik itu menuju hal yang baik maupun hal yang sekiranya tidak pantas dilakukan sebagai manusia yang tahu arti kebudayaan. Dalam hal ini, sindiran-sindiran kecil tentang kehidupan masyarakat sekarang yang telah tergeser arus globalisasi dalam ranah negatif dibutuhkan sebagai salah satu langkah untuk membenahi tatanan masyarakat saat ini. Sebagai contoh kebiasaan masyarakat saat ini ialah penggunaan sampah plastik yang kian hari terus meningkat, penggunaan plastik saat ini memang susah untuk dihindari, sebagaimana produk-produk yang dipasarkan ke masyarakat mulai dari makanan sampai kebutuhan alat lainnya hampir semua kemasan yang digunakan adalah plastik, sehingga hal semacam ini butuh adanya perubahan untuk mengingatkan serta menyadarkan masyarakat tentang dampak buruk penggunaan sampah plastik, meliputi pencemaran lingkungan dan lain sebagainya. Maka dari itu ilustrasi dihadirkan sebagai alat untuk mengkampanyekan dampak buruk perilaku manusia saat ini terhadap pengunaan plastik yang berujung pada penumpukan sampah plastik. Tentu saja ilustrasi yang dihadirkan adalah sisndiran-sindiran kepada masyarakat umum.

Baca Juga:  Optimalisasi Penanganan Banjir dan Kemarau dengan Tobat (Tampon Bawah Tanah)

Berbagai macam perubahan sosial yang dialami masyarakat membuat akhir-akhir ini banyak diantara seniman menggunakan ilustrasi satiris dalam mengungkapkan sebuah cerita dalam sebuah karya, satiris sendiri merupakan suatu yang sifatnya menyindir atau mengejek. Dalam hal ini sesuatu yang ingin disampaikan oleh seniman kepada masyarakat buakanlah hal yang menceritakan sesuatu hal yang baik. Akan tetapi karya atau ilustrasi yang ditampilkan memiliki makna mendalam dan dapat menjadi pelajaran atau sindiran keras bagi diri sendiri tentang bagaimana hal yang mejadi bagian dari kehidupan sosial saat ini. Contoh sederhana
tentang kehidupan sosial saat ini ialah penggunaan gadget. Penggunaan gadget tak pernah lepas dari kehidupan manusia saat ini. Seberapa sering orang menggunakan gadget dalam sehari? Tentu banyak sekali waktu yang diluangkan hanya untuk memainkan gadget. Semakin terpakunya seseorang kepada gadget seringkali menyebabkan ketidakpedulian seseorang dengan situasi sosial disekitarnya. Ilustrasi berikut menyindir bagaimana kepedulian terhadap sesama lebih kecil dari pada kepedulian terhadap gadget.

 

Pernahkah kita menyadari banyak sekali hal yang telah direnggut oleh gadget pada kehidupan kita saat ini. Misalnya hubungan dengan anggota keluarga yang merenggang disebabkan leh gadget, karena sibuk dengan dunianya masing-masing, seperti ilustrasi berikut.

Contoh diatas menggambarkan perilaku kehidupan sosial saat ini yang jarang kita sadari berdampak buruk pada kehidupan kita sendiri. Ilustrasi-ilustrasi tersebut menjadi bukti sindiran dalam bentuk ilustrasi adalah salah satu hal yang dihadirkan untuk mengingatkan serta menyadarkan masyarakat tentang dampak buruk kebiasaan dalam kehidupan sosial di masa sekarang ini. Bukan bermaksud untuk menyakiti hati orang yang melihatnya atau memaknainya akan tetapi sebagai wujud sindiran yang mengarah ke hal yang positif untuk mengubah atau meminimalisir kebiasaan buruk dalam tatanan kehidupan sosial saat ini, tergantung bagaimana seseorang mengartikannya.

Baca Juga:  Supardi dan Kenangan

Penulis adalah Santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post