Cheng Ho: Laksamana Muslim Dari Tiongkok yang Menjelajahi Samudera

Ilustrasi Laksamana Cheng Ho (Pinterest .com - almuhtada.org)

almuhtada- Jika membahas dunia pelayaran mungkin kita sering mendengar nama-nama tokoh terkenal seperti Christoper Colombus, Ferdinand Megellan , dan lain sebagainya.

Namun sebelum Christoper Columbus melakukan ekspedisinya, dunia juga mengenal seorang pelaut dari Tiongkok yang memimpin armada-armada besar guna melakukan ekspedisi hubungan antar bangsa, yakni Laksamana Zheng He atau lebih dikenal dengan Cheng Ho. Selain dikenal karena kekuatan armadanya, Cheng Ho juga dikenang sebagai tokoh yang membawa misi persahabatan, perdagangan, serta penyebaran nilai-nilai ajaran Islam.

Biografi
Laksama Cheng Ho mempunyai nama asli Ma He dan lahir pada tahun 1371 di provinsi Yunan, Tiongkok. Dalam kebudayaan Tiongkok muslim, nama “ Ma” disini diartikan sebagai Muhammad. Ayah dari Cheng Ho Bernama Ma Haji, sementara ibunya Bernama Wen.

Menurut Sejarah, Cheng Ho berasal dari keturunan Persia, salah satu leluhurnya seorang tokoh Bernama Sayyid Ajjal Shams al-Din Qomar yang berpindah ke Tiongkok serta menjabat sebagai gubernur di dinasti Yuan. Namun saat beranjak remaja dinasti Yuan mengalami perebutan dan akhirnya kekuasaan berpindah ke dinasti Ming.

Awal Ekspedisi
Setelah berpindah tangannya dinasti , Ma He kemudian dibawa ke istana dan mengabdi pada dinasti Ming.  Di situ Ma He pun memnafaatkan seluruh fasilitas yang ada guna belajar dan mencari pengetahuan seluas mungkin. Berkat kecerdasaanya, kemampuan strategi ia pun menjadi kepercayaan bagi sang kaisar. Sebagai penghargaan atas kesetiaan Ma He , pada tahun 1404 ia dianugerahi nama marga Zheng dan sejak saat itu ia dikenal sebagai Zheng He atau Cheng Ho.

Baca Juga:  Kenali dan Kendalikan Nafsu Makan untuk Gaya Hidup Yang Lebih Sehat

Hingga kemudiaan ia pun diangkat menjadi seorang laksamana yang ditugaskan guna memimpin armada melakukakan ekspedisi ke berbagai wilayah dunia. Dalam kurun waktu 1405 hingga 1433, Laksamana Cheng Ho memimpin tujuh pelayaran besar yang menjangkau berbagai wilyah Asia hingga Afrika. Armada yang ia pimpin terdiri dari ratusan kapal besar dan ribuan awak kapal. Kapal-kapal tersebut berlayar melewati berbagai wilayah seperti Champa, Jawa, Palembang, Sumatera, Sri Lanka, India.

Jika dibandingkan dengan ekspedisi Columbus yang berlayar pada tahun 1492, tujuan ekspedisi mereka mempunyai perbedaan. Columbus melakukan pelayaran dengan tujuan menemukan jalur baru perdagangan sekaligus memperluas wilayah kekuasaan Spanyol. Penjelajahannya kemudian membuka jalan bagi kolonisasi Eropa di benua Amerika.

Sebaliknya, ekspedisi Cheng Ho tidak bertujuan untuk menjajah wilayah lain, melainkan membawa misi diplomasi, perdagangan, serta persahabatan antarbangsa. Dalam ekspedisi tersebut sang kaisar Zhui memberikan prinsip yang harus dipegang:
1. Seluruh rakyat di dunia adalah keluarga
2. Seluruh pasukan ekspedisi harus mampu beradaptasi dengan budaya setempat
3.Hubungan yang dibangun harus mendorong perdaganagan saling mengiuntungkan

Di Nusantara, kedatangan Cheng Ho memiliki pengaruh yang cukup besar. Ia menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan-kerajaan. Selain sebagai diplomat dan penjelajah, Cheng Ho juga dikenal sebagai tokoh muslim yang membawa nilai-nilai Islam dengan cara damai.

Ia menyebarkan Islam tidak melalui paksaann, melainkan dengan sikap teladan, perdagangan jujur, serta hubungan yang baik dengan masyarakat setempat kareana ia juga memegang prinsip hadist nabi tentang “ setiap muslim memiliki tanggung jawab dakwah dan sampaikanlah  dariku walau  hanya satu ayat”. Di beberapa daerah di Indonesia, pengaruh Cheng Ho masih dapat ditemukan seperti melalui berdirinya masjid dan komunitas Muslim Tionghoa.[] Nisrina Zalfa

Baca Juga:  Jangan Asal Jatuh Cinta, Begini Perspektif Al-Qur'an dan Hadis

Related Posts

Latest Post