Almuhhtada.org – Memahami makna dalam doa adalah salah satu hal yang sangat baik, dapat membuat kita semakin merasakan permohonan atas doa yang kita panjatkan (tidak hanya asal aamiin atau mengucapkan).
Biasanya kita orang Indonesia, setelah kegiatan membaca Al-Quran, membaca doa khotmil quran yang berbunyi
اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Biasanya kita berpikiran bahwa pada lafadz “ مِنْهُ مَا نَسِيْنَا” menggunakan harakat fathah. Dalam konten dari akun Instagram @jedanakal dijelaskan bahwa seharusnya menggunakan harakat dhommah. Kenapa?
Lafadz نَسِيْنَا memiliki arti kita telah melupakan. Dalam pengucapan ini, seakan-akan kita telah sengaja melupakan ayat Al-Quran.
Dalam kitab At-Tibyan telah dijelaskan bahwa kita tidak diperbolehkan dengan sengaja melupakan ayat Al-Quran yang sudah dihafalkan. Kita harus mengusahakan untuk menjaganya dengan murajaah, untuk bisa lancar dan ingat terus adalah kuasanya Allah Swt.
Bahkan, dosa untuk orang yang sengaja melupakan ayat Al-Quran tercantum dalam hadis berikut:
عُرِضَتْ عَلَيَّ أُجُورُ أُمَّتِي حَتَّى القَذَاةُ يُخْرِجُهَا الرَّجُلُ مِنَ الْمَسْجِدِ، وَعُرِضَتْ عَلَيَّ ذُنُوبُ أُمَّتِي، فَلَمْ أَرَ ذَنْبًا أَعْظَمَ مِنْ سُورَةٍ مِنَ القُرْآنِ أَوْ آيَةٍ أُوتِيهَا رَجُلٌ ثُمَّ نَسِيَهَا
Artinya: “Ditunjukkan kepada saya seluruh pahala umatku bahkan sampai sekecil kotoran (debu) yang dikeluarkan oleh seseorang dari masjid, dan ditunjukkan kepada saya dosa-dosa umatku, saya tidak melihat sebuah dosa yang lebih besar dibandingkan surat atau ayat yang diberikan kepada seseorang kemudian ia melupakannya.” (At-Tirmidzi)
Menghafalkan Al-Quran memanglah sesuatu yang memiliki banyak hikmah dan menghasilkan banyak pahala.
Namun, dibalik itu jika kita sampai lalai untuk menjaganya kita mendapatkan pahala yang sebanyak itu, hingga diperumpamakan dalam hadis tersebut sebagai debu di masjid dan banyaknya dosa seluruh umat.
Bahkan, dalam mengucapkan pun kita dilarang jika berkata aku sudah lupa dengan ayat ini, tetapi kita bolehnya berkata telah dibuat oleh Allah. Jadi, untuk menggunakan lafadz نَسِيْنَا masih kurang tepat jika dalam makna.
Jika menggunakan lafadz نُسِيْنَا memiliki arti telah dibuat lupa. Maksudnya adalah telah dibuat lupa oleh Allah tanpa kita sengaja walaupun sudah mengusahakannya.
Jadi, kita dapat menggunakan lafadz مِنْهُ مَا نُسِيْنَا dalam doa khotmil quran. Mari kita coba untuk membiasakan membaca doa dengan bacaan yang baik dan benar.
Selain dalam membaca doa, kita juga harus membiasakan mengucapkannya dengan benar dalam sehari-hari. Jadi, kita harus berusaha untuk membiasakan mengucapkan “telah dibuat lupa dengan ayat ini”.
Walaupun kita sudah berusaha dengan sebaik mungkin, kita juga harus berbicara dengan benar karena takutnya jika terbiasa mengucapkan “aku lupa dengan ayat ini”, kita akan termakan dengan ucapan kita sendiri.
Jadi, untuk menghindarkan diri kita dari dosa melupakan ayat Al-Quran, kita harus mengusahakan dengan tindakan dan ucapan yang kita biasakan. Semoga bermanfaat, wallahua’lam. []Shofiyatul Afiyah











