Pegaruh Energi Orang Tua Terhadap Kelancaran Belajar Anak

Ilustrasi gambar orang tua yang sedang mengajarkan anaknya (Freepik.com-almuhtada.org)

almuhtada.org Proses belajar anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor sekolah dan kemampuan intelektual semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran keluarga, khususnya orang tua.

Salah satu aspek penting dalam peran tersebut adalah energi orang tua, yang mencakup energi emosional, mental, dan fisik dalam mendampingi anak selama proses belajar.

Pada saat berinteraksi dengan keluarga, anak-anak sangat cepat meniru energi yang orang tuanya pancarkan, entah itu kemarahan atau ketenangan.

Mengapa anak menjadi kesulitan belajar saat orang tuanya sering marah-marah padanya?

Kemarahan orang tua dapat memicu peningkatan hormon kortisol di otak anak, yang berdampak pada menurunnya kemampuan fokus dan daya ingat mereka.

Sehingga ketika anak mendapati orang tuanya yang sedang marah, hal tersebut menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada diri anak.

Sebaliknya, ketenangan orang tua mampu memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus anak.

Orang tua yang bersikap sabar, tenang, dan penuh perhatian akan menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.

Dalam kondisi tersebut, anak lebih mudah memahami materi pelajaran, berani bertanya, serta memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi.

Untuk mendukung proses tersebut, orang tua dapat menerapkan 3 cara mengajarkan anak belajar tanpa stres, yaitu :

  1. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan sejak awal, sehingga anak merasa belajar sebagai aktivitas yang positif, bukan tekanan.
  2. Buat sesi belajar singkat dan menyenangkan, agar anak tidak mudah lelah secara mental dan tetap fokus.
  3. Akhiri dengan apresiasi, bukan kritik, karena penghargaan akan meningkatkan kepercayaan diri dan semangat belajar anak.
Baca Juga:  Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati dan Tips Praktis Dalam Menjaga Kebersihan Hati, Simak Penjelasannya!

Selain energi emosional, energi mental orang tua juga berpengaruh besar.

Orang tua yang mampu mengelola stres dan berpikir positif akan lebih siap mendampingi anak menghadapi kesulitan belajar.

Dukungan mental ini membantu anak memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Energi fisik orang tua pun tidak kalah penting. Ketersediaan waktu dan perhatian untuk mendampingi anak belajar menunjukkan kepedulian yang nyata.

Kehadiran orang tua secara konsisten akan menumbuhkan rasa aman, kedisiplinan, dan tanggung jawab belajar pada anak.

Dengan demikian, energi orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelancaran belajar anak.

Orang tua yang mampu memancarkan energi positif, tenang, sabar, dan penuh apresiasi akan membantu anak belajar tanpa stres dan berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun emosional. []Shokifatus Salamah

Related Posts

Latest Post