Ajaran Islam sebagai Landasan Kehidupan Umat Manusia

Ilustrasi ka’bah, salah satu tempat ibadah umat Islam (pinterest.com – almuhtada.org)

almuhtada.org – Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia secara menyeluruh.

Ajaran Islam tidak hanya membahas hubungan manusia dengan Allah Swt. (hablumminallah), tetapi juga mengatur hubungan antarsesama manusia (hablumminannas) serta hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Islam hadir sebagai pedoman hidup yang memberikan arah, tujuan, dan nilai dalam menjalani kehidupan di dunia agar manusia memperoleh kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Baca Juga:  Menelisik Jejak Kiai Pati: Sosok di Balik Identitas Daerah Gunungpati Semarang

Fondasi utama dalam ajaran Islam adalah akidah, yaitu keyakinan yang benar dan kokoh terhadap Allah Swt.

Akidah mencakup keimanan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul, hari akhir, serta takdir baik dan buruk. Keimanan ini menjadi dasar dari seluruh amal perbuatan seorang muslim.

Rasulullah Saw. bersabda: Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menegaskan bahwa keimanan bukan hanya sekadar pengakuan lisan, tetapi keyakinan yang tertanam dalam hati dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari.

Dengan akidah yang benar, seorang muslim akan memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan.

Selain akidah, Islam juga menekankan pentingnya ibadah. Ibadah merupakan bentuk ketaatan dan penghambaan umat muslim kepada Allah Swt.

Baca Juga:  Meme dan Seni Bercanda ala Gen-Z

Rasulullah Saw. bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Melalui ibadah, seorang muslim akan senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Ibadah juga berfungsi sebagai sarana pelindung bagi kita agar terhindar dari akhlak buruk seperti kesombongan, iri hati, dan kezaliman yang di mana agama islam juga sangat menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan.

Akhlak yang baik merupakan cerminan dari keimanan seseorang. Rasulullah Saw. adalah teladan terbaik dalam hal akhlak.

Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”(HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa tujuan utama diutusnya Rasulullah Saw. adalah untuk memperbaiki perilaku dan moral manusia.

Islam mengajarkan akhlak mulia seperti jujur, amanah, rendah hati, sabar, dan saling menghormati.

Akhlak yang baik akan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian.

Baca Juga:  Bencana Alam di Aceh dalam Pandangan Islam: Ujian, Pengingat, dan Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah Swt

Sementara dalam aspek sosial, Islam mengajarkan kepedulian terhadap sesama.

Konsep zakat, infak, dan sedekah merupakan bukti nyata bahwa Islam mendorong umatnya untuk saling membantu dan peduli terhadap kaum yang lemah.

Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.”(HR. Thabrani)

Hadis ini menegaskan bahwa kepedulian sosial juga merupakan bagian yang penting dari keimanan.

Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk beribadah secara pribadi, tetapi juga harus memiliki rasa empati dan tanggung jawab sosial.

Kesimpulannya, Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga kehidupan sosial.

Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar, seorang muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.

Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan menjadi pedoman hidup yang membawa kebaikan bagi umat manusia.[Dani Hasan Ahmad]

Related Posts

Latest Post