Sudahkah Kita Menerapkan Rasa Sabar dan Ikhlas?

sifat sabar dan ikhlas
Gambar ilustrasi sifat sabar dan ikhlas (Pinterst - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Beberapa orang mengatakan bahwa sabar dan ikhlas seperti pinang dibelah dua, namun keduanya jelas berbeda.

Sabar adalah disaat kita menunggu keputusan Allah,  ikhlas adalah sikap melakukan segala perbuatan hanya untuk Allah dan juga menerima apapun yang telah diputuskan oleh Allah.

Allah swt berfirman dalam surah Al-An’am ayat 162 “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam”.

Ikhlas adalah intisari dalam keimanan seseorang, dan kualitas setinggi kemurnian hati. Karena segala sesuatu yang dikerjakan adalah murni karena Allah dan hanya untuk Allah.

Setiap perbuatan juga harus ditanyakan pada diri sendiri, apakah niatnya benar-benar ikhlas untuk Allah? Atau ada niat lain dibelakangnya.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya”.

Jika kita melakukan perbuatan hanya karena niat kepada Allah, maka keridhoan Allah akan kita dapatkan. Namun jika tidak, bersiaplah kekecewaan yang hanya bisa didapatkan.

Selain itu, keikhlasan juga dapat dilakukan dengan menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kita semua.

Dengan demikian bentuk keikhlasan itu akan menuntun kita akan menjadi hamba yang mudah bersyukur dan dengan rasa syukur itu maka seperti janji Allah, pasti akan ditambah nikmat-Nya.

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memberitahukan, sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabku sangat pedih” (QS. Ibrahim 7}.

Baca Juga:  Mata yang Tidak Tersentuh Api Neraka

Kikhlasan harus dilakukan di tiga waktu yakni, sebelum melakukan perbuatan, ketika melakukan perbuatan, dan setelah melakukannya.

Melakukan segala sesuatu dengan keikhlasan memang bukanlah suatu hal yang mudah, namun yakinlah teman-teman kita pasti mampu dalam menerapkan suatu keikhlasan.

Semakin ikhlas seseorang dalam beramal, semakin besar juga balasan yang diterima. Semakin murni karena Allah melakukan sesuatu, maka semakin bernilai amalan itu di sisi Allah swt.

Marilah kita mulai memupuk dan melatih diri kita untuk ikhlas dalam segala hal. [] Nurul Hikmah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post