Adab Bermunajat Kepada Allah

Ilustrasi Gambar Adab Bermunajat (freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Setiap orang yang hidup di dunia ini selalu ditemani oleh Allah, baik ketika ia sedang berada di rumah, bepergian, tidur atau terjaga, bahkan ketika kelak mati pun tak akan pernah terpisah.

Allah adalah Tuhan, pencipta, hakim, sekaligus penolong kita. Allah selalu ada bersama kita, baik dalam keadaan senang maupun sedih.

Jika kita benar-benar mengenal Allah, maka kita akan berusaha menjadikan Allah sebagai pendamping utama kita. Kita akan mengesampingkan orang-orang selain Allah. Kita akan luangkan sebagian waktu kita untuk bermunajat kepada Allah.

Ketika kita sedang bermunajat, berarti kita sedang berhadapan dengan Allah. Oleh karena itu, kita wajib mempelajari bagaimana adab bermunajat kepada Allah.

Seperti yang telah disebutkan dalam kitab Bidayatul Hidayah, terdapat 16 tata cara dan kesopanan berinteraksi dengan Allah. Tata cara tersebut antara lain:

  1. Menundukkan kepala sebagai tanda hormat dan khidmat. Menunjukkan bahwa kita merendahkan diri di hadapan Allah.
  2. Merendahkan pandangan sebagai tanda tawadhu. Menunjukkan bahwa kita tidak sombong dan tidak memandang rendah yang lain.
  3. Penuh konsentrasi agar fokus. Menunjukkan bahwa dengan fokus  kita berusaha untuk tidak lalai dalam bermunajat.
  4. Selalu berdiam, tidak berbicara kecuali untuk hal-hal yang penting. Menunjukkan bahwa kita menghargai Allah dengan tetap fokus.
  5. Mendiamkan anggota fisik agar tidak mengganggu kekhusyuan. Menunjukkan bahwa kita tidak ingin mengganggu kekhusyuan dengan gerakan-gerakan yang tidak perlu.
  6. Menjalankan perintah Allah dengan cepat dan penuh keikhlasan. Menunjukkan bahwa kita taat dan patuh kepada Allah.
  7. Menjauhi larangan Allah sesegera mungkin. Menunjukkan bahwa kita menjauhi kemaksiatan dan tidak ingin mendapat laknat Allah.
  8. Tidak memprotes keputusan Allah (takdir). Menunjukkan bahwa kita percaya kepada Allah dan yakin bahwa keputusan-Nya adalah yang terbaik.
  9. Aktif berdzikir untuk mengingat Allah. Menunjukkan bahwa kita senantiasa mengingat Allah.
  10. Selalu berfikir tentang nikmat Allah untuk meningkatkan rasa syukur. Menunjukkan bahwa kita bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah.
  11. Memilih perkara yang haq dan meninggalkan yang batil. Menunjukkan bahwa kita mengikuti petunjuk Allah.
  12. Tidak terlalu banyak mengharap atau bergantung kepada selain Allah. Menunjukkan bahwa hanya kepada Allah lah kita bergantung dan meminta pertolongan.
  13. Merendah karena takut kepada Allah. Menunjukkan bahwa kita takut kepada Allah dan tidak ingin melanggar perintah-Nya.
  14. Cemas atau bersedih karena malu kepada Allah. Menunjukkan bahwa kita malu kepada Allah jika melakukan kemaksiatan.
  15. Tidak terpengaruh oleh segala macam pola bekerja, karena telah percaya dengan jaminan Allah. Menunjukkan bahwa kita yakin kepada Allah dan tidak khawatir akan rezeki.
  16. Pasrah kepada anugerah Allah dengan tanpa meninggalkan usaha yang baik. Menunjukkan bahwa kita berserah diri kepada Allah dan tetap berusaha untuk meraih tujuan.
Baca Juga:  Pencegahan Bullying dan Implementasi Etika dalam Lingkungan Pesantren

Dengan mengamalkan tata cara dan kesopanan tersebut, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Allah, Sang Maha Pencipta. [] Mila Amalia Insani

Editor : Moh. Aminudin

Related Posts

Latest Post