Konsep Belajar Menurut Islam

Belajar dalam Perspektif Agama Islam
Gambar Ilustrasi Belajar dalam Perspektif Agama Islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Setiap perkembangan manusia tak luput dengan yang namanya belajar. Dari sejak kecil pun kita sudah belajar, mulai dari belajar berjalan, belajar berbicara dan banyak lagi lainya yang sudah diajarkan dan dibimbing oleh orang rua kita sendiri, sehingga terbentuknya karakter anak tersebut.

Belajar adalah key term (istilah kunci) yang paling viral dalam setiap proses Pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada Pendidikan, secara sederhana belajar ialah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam keseluruhan tingkah laku sebagai hasil pengalaman.

Ada[un ciri-ciri dari kegiatan belajar dapat didefinisikan sebagai berikut

  1. Belajar adalah aktivitas yang menghasikan perubahan tingkah laku
  2. Perubahan itu berupa kemampuan baru yang bersifat permanen yang berlaku dalam kurun waktu yang relative lama
  3. Perubahan itu terjadi karena adanya usaha sengaja melalui pengalaman

Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan Batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Karena kemampuan berubah manusia terbatas dari kemandegan fungsinya sebgai khalifah di muka bumi.

Kemampuan berubah manusia yang melalui belajar, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan Keputusan-keputusan penting untuk menentukan jalan hidupnya di dunia ini amuapun kehidupan di akhirat.

Dalam perspektif agama islam belajar adalah suatu keharusan, karena seperti pada kalimat pertama dan ayat pertama yang berbunyi Iqra’ artinya bacalah, yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW waktu Ketika berdiam diri di gua hiro

Baca Juga:  Seperti Apa Sebenarnya Golongan Kafir Dalam Islam?

Tentunya itu adalah suatu perintah untuk belajar/membaca, dalam hadits pun banyak yang menjelaskan tentang pentingya belajar bagi umat manusia begitupun dalam Al-qur’an dijelaskan secara rinci dan operasional mengenani proses belajar, proses kerja akal, dan proses menguasai pengetahuan dan keterampilan.

Dalam penekananya terhadap signifikan fungsi kognitif (akal) dan fngsi sensori (Indera-indera) sebagai alat fungsi untuk belajar, sangat jelass. Kata-kata kunci dalam belajar, seperti ya’qilun, yatafakkarun, yubshirun, yasma’un, dan lain sebagainya terdapat banyak dalam Al-qur;an.

Allah berfirman:

هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.(Al-zumar: 9).

Dalam ayat lainya:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ

“Dan jangalah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tetntangnya” (Al-Isra’ : 36)

Rasulullah SAW pernah berkata “Wahai umat manusia belajarlah! Karena ilmu pengetahuan didapat melalui belajar”. Nah itulah teman-teman seberapa pentingnya belajar bagi umat manusia, belajarlah sehingga dapat meraih cita-cita. [] Gilang

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post