Menjaga Keutuhan dan Keeratan Ukhuwah dengan 5T: Ta’aruf, Tafahum, Ta’awun, Takaful, dan Tasamuh

Menjaga keutuhan ukhuwah
Gambar ilustrasi menjaga keutuhan ukhuwah (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.com – Manusia merupakan mahluk sosial. Hal ini berarti manusia tidak bisa hidup tanpa manusia yang lain. Dalam artian pula, manusia akan selalu berinteraksi dengan yang lain. Dalam konteks islam kita mengenal yang namanya ukhuwah.

Ukhuwah merupakan komponen yang penting dalam menjalin hubungan antar sesama muslim. Ukhuwah juga bisa diartikan sebagai persaudaraan.

Persaudaraan antara muslim yang satu dan muslim yang lain harus selalu dijaga. Allah SWT dan Rasulullah SAW pun telah berkali-kali menegaskan hal tersebut dalam Al-Quran maupun Sunnah.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat Rahmat (QS. Al-Hujurot ayat 10).

Hal yang sama juga disabdakan oleh Rasululloh dalam hadisnya yang berbunyi

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا…..

Artinya: “Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).

Dari ayat dan hadis diatas sudah sangat jelas bahwa sesama muslim itu bersaudara dan sudah sepatutnya kita jaga persaudaraan tersebut. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga ukhuwah islamiyah kita. Berikut diantaranya

  1. Ta’aruf

Ta’aruf berarti saling mengenal. Sebagai seorang muslim hendaknya kita harus mengenal. Dengan kita mengenal kita akan tau lebih dalam mengenai seseorang. Misalnya, dengan mengenal kita bisa tau apa yang menjadi kesukaannya, apa yang tidak disuka, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Waktu - Waktu yang Disunahkan dan Dilarang menggunakan Parfum dalam Islam

Dengan saling mengenal dapat dipastikan bahwa hubungan persaudaraan antara kita dengan yang lain akan semakin erat.

Allah SWT Berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti (QS. Al-Hujurot ayat 13).

  1. Tafahum

Tafahum berarti saling memahami. Setelah kita saling mengenal, maka kita harus saling memahami juga. Memahami disini bisa kita lakukan dengan memahami perasaan dia, memahami segala hal yang ada pada dirinya.

Dengan saling memahami, biasanya kita nantinya juga akan merasakan apa yang dia rasakan. Kalau sudah begitu, ikatan kita sesama muslim akan semakin erat.

  1. Ta’awun

Ta’awun disini berarti saling tolong-menolong. Sebenarnya ini masih berhubungan dengan poin nomor 1 dan 2 diatas. Istilahnya begini, kalau kita sudah saling mengenal satu sama lain, maka kita akan dengan mudah mengetahui segala permasalahan yang ada dihidupnya.

Dikala saudara kita lagi kesusahan atau tertimpa masalah, kita bisa membantunya. Dengan tolong-menolong ini akan sangat mempererat hubungan kita antar sesama muslim.

Perlu diingat pula, saling tolong-menolong ini tidak hanya bisa kita lakukan secara langsung. Akan tetapi, hal ini juga bisa lakukan secara tidak langsung.

Baca Juga:  Keunikan Pohon Sawit dalam Islam

Sebagai contoh saudara sesama muslim kita yang ada di Palestina yang saat ini sangat membutuhkan bantuan moril dan materil. Sebagai sesama muslim yang mungkin dipisahkan oleh lokasi yang jauh, sebenernya tidak menutup kemungkinan kita bisa menolongnya.

Kita bisa mendoakannya ataupun menolongnya dengan memberikan barang berupa obat-obatan, makanan, dan lain sebagainya.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah tolong-menolonglah dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong-menolong dalam keburukan dan kerusakan. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّاللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya: … Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya (QS. Al-Maidah ayat 2)

  1. Takaful

Takaful berarti saling meringankan. Ini juga masih ada kaitannya dengan poin-poin diatas. Saling meringankan disini bisa berarti meringankan masalah atau meringankan segala beban yang ada. Dengan takaful ini juga, bisa mendorong kita semakin mengenal dan memahami.

  1. Tasamuh

Tasamuh atau tenggang rasa suatu konsep dimana kita saling menerima diantara umat islam. Hal ini mengacu pada rasa saling menghormati, saling menerima perbedaan, dan bersikap toleran terhadap sesama muslim terlepas dari perbedaan etnis, budaya, ataupun pendapat dalan agama.

Dengan perbedaan ini, tidak perlu kita anggap sebagai masalah. Malahan, dengan perbedaan ini akan memberikan suatu warna tersendiri dalam islam.

Baca Juga:  Iri Dengki, Pembunuh Rasa Syukur dalam Diri

Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga ukhuwah islamiyah kita. Jagalah persaudaran tanpa memandang perbedaan. [] Mirzalul Umam

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post