Jika Bukan Kita yang Peduli, Siapa Lagi?

Oleh:

Eka Erni N.

Pernahkah Anda merasa iba terhadap orang lain yang sedang kesusahan? Apa yang Anda lakukan setelah merasa iba? Tentu Anda  tergerak untuk membantunya bukan? Nah, sikap seperti itu termasuk dalam sikap peduli.

Kepedulian menurut KBBI berarti sikap mengindahkan (memprihatinkan). Peduli merupakan suatu sikap prihatin yang ditujukan kepada lingkungan sekitar, termasuk kepada orang lain yang membutuhkan.

Manusia merupakan makhluk sosial. Setiap manusia tidak dapat berdiri sendiri. Sebagai makhluk sosial, tentunya manusia akan bergantung pada yang lainnya. Sehingga akan melakukan suatu interaksi sosial kepada sesama untuk saling melengkapi kebutuhan mereka masing-masing. Salah satu sikap atau tindakan yang dibutuhkan dalam berinteraksi sosial adalah peduli sesama.Manusia diciptakan beragam. Seperti ada orang kaya dan orang miskin. Orang yang kaya sebaiknya memberi kepada orang yang membutuhkan. Sebaliknya, orang miskin juga memberi balasan seperti dengan mendoakannya. Sikap peduli tidak hanya diwujudkan dalam hal materi seperti membagikan sebagian harta tetapi juga dapat diwujudkan melalui perkataan santun dan perbuatan. Oleh sebab itu, kita harus saling peduli, melengkapi, dan membantu satu sama lain. Sikap saling peduli akan mengurangi sifat egois sehingga tercipta sebuah kerukunan dan kebersamaan yang erat.Jika kerukunan sudah tercipta maka kesatuan dan persatuan akan terjaga.

Dalam agama Islam diajarkan mengajarkan tentang kepedulian.Rasulullah SAW bersabda, “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim).  Hadis tersebut mengandung perintah untuk peduli pada lingkungan sekitar, termasuk pada orang, hewan, tumbuhan, dll. Dijelaskan bahwa dengan sikap peduli pemuda tersebut yakni dengan menyingkirkan ranting berduri yang berada di tengah jalan, Allah akan memasukkannya ke dalam surga. MasyaAllah.Terkadang kita menganggap hal kecil seperti itu sepele. Namun perlu kita ingat janji Allah bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan akan dibalas pula dengan kebaikan. Allah berikan kemudahan, pertolongan, selama kita masih mau peduli atau menolong sesama.

Baca Juga:  Titik Lebih Baik daripada Tanya, Bagimana Maksudnya?

Sikap peduli harus ditanamkan sejak dini agar anak berjiwa sosial yang tinggi sehingga peka dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Tanggap dalam bersikap tanpa paksaan atau perintah dari orang lain anak tersebut akan sadar dengan sendirinya. Untuk membangun sikap peduli, sebaiknya kita mulai dengan membiasakan untuk peduli kepada diri sendiri. Peduli diri sendiri disini bukan berarti egois atau mementingkan diri sendiri. Akan tetapi lebih ke peduli pada kebutuhan diri sendiri, misalnya tubuh haus membutuhkan air minum maka kita harus peduli dengan cara minum air secukupnya. Selanjutnya peduli kepada orang lain yang membutuhkan. Misalnya teman kita lagi sakit maka sikap kita harus menjenguknya dan mendoakannya sebagai wujud rasa peduli kita kepadanya, dan menginfakkan sebagian harta kita kepada saudara yang sedang ditimpa musibah. Selain itu jika ada teman di dekat kita, kita sebaiknya menyapanya jangan malah bersikap bodo amat atau acuh tak acuh. Lalu peduli kepada lingkungan sekitar, seperti peduli pada hewan yang kelaparan, dll.

Pada era globalisasi ini, sikap peduli sudah mulai luntur. Budaya Indonesia yang mencerminkan sikap peduli yakni gotong royong pun mulai luntur. Contohnya banyak anak muda yang tidak peduli pada kondisi sekitar dan cenderung bersikap individualis karena sibuk memainkan gawainya sehingga lupa akan lingkungan sekitarnya. Hal seperti itu tidak perlu kita budayakan. Kita harus peduli pada lingkungan, orang lain, hewan, dll yang membutuhkan.

Baca Juga:  Menyangkal dan Merubah Stigma dan Stereotip Negatif atas Perspektif Masyarakat Terhadap Santri

Dr. Gamal Albinsaid mengatakan bahwa Orang tidak peduli seberapa hebat kita, yang mereka pedulikan apakah keberadaan kita memberikan manfaat untuk mereka?Memberikan manfaat untuk orang lain juga termasuk peduli. Jadi, marilah kita tanamkan sikap peduli kita terhadap kondisi lingkungan, termasuk peduli kepada orang lain, hewan, tanaman, yang membutuhkan kita tanpa pandang bulu. Jika bukan kita yang peduli, siapa lagi?

Penulis adalah Santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post