almuhtada.org – Di sekitar kita, terdapat banyak sekali contoh berbagai macam orang yang ingin memperoleh kesuksesan melalui usaha semata. Pada kenyataannya, banyak dari orang-orang yang telah berusaha keras tersebut tidak memperoleh hasil atau kesuksesan seperti yang mereka inginkan. Lalu, apa konsep sukses dalam Islam? Simak artikel berikut dengan seksama untuk memahami penjelasannya!
Perlu diketahui, ada dua kunci utama dalam memperoleh kesuksesan menurut Islam. Apa saja dua kunci utama tersebut? Dua kunci utama tersebut adalah ikhtiar dan tawakal. Kedua kunci tersebut merupakan dua hal yang wajib diamalkan oleh seseorang yang ingin meraih kesuksesan. Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai kedua kunci utama dalam meraih kesuksesan menurut Islam:
1. Ikhtiar
Ikhtiar merupakan usaha sungguh-sungguh yang dilakukan oleh seseorang secara lahiriyah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ikhtiar sendiri berperan sangat penting dalam kehidupan setiap orang. Allah SWT. berfirman dalam QS Ar-Ra’d ayat 11 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
Artinya: “… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka…” (QS Ar-Ra’d:11)
Berdasarkan potongan ayat di atas, dapat disimpulkan bahwasanya Allah Swt. tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga kaum tersebut berusaha semaksimal mungkin untuk mengubah nasib mereka. Dengan kata lain, jika seseorang tidak berusaha mengubah nasibnya dengan cara berusaha keras, maka Allah Swt. tidak akan pernah mengubah nasib orang tersebut.
QS Ar-Ra’d ayat 11 menjelaskan bahwasanya usaha atau ikhtiar merupakan salah satu kunci utama agar nasib atau keadaan seseorang dapat berubah menuju ke arah yang lebih baik. Tanpa adanya usaha atau ikhtiar, nasib atau kondisi seseorang tidak akan pernah sebagaimana dijelaskan dalam QS Ar-Ra’d ayat 11 di atas.
2.Tawakal
Selain ikhtiar atau usaha, tawakal juga termasuk ke dalam kunci utama meraih kesuksesan menurut Islam. Apa itu tawakal? Tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha yang maksimal dengan keyakinan bahwa segala sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah Swt. merupakan ketentuan terbaik yang dapat diperoleh hamba-Nya. Jadi, apabila kita telah berusaha semaksimal mungkin lalu bertawakal kepada Allah Swt., namun hasil yang kita peroleh berbeda dari yang kita harapkan, maka berdiskusi ayat ini:
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ
Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah:216)
Berdasarkan potongan ayat di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwasannya Allah Swt. Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk segala hal yang baik serta buruk bagi hamba-Nya. Jadi, apabila kita tidak mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan setelah berusaha keras dan berserah diri kepada Allah, percayalah ketentuan Allah Swt. merupakan ketentuan terbaik bagi kita sebagai hamba-Nya. Cukup sekian artikel yang dapat saya tulis, semoga kita semua dapat mengamalkan doa tersebut dalam kehidupan kita. [Muhammad Khoirul Anwar]











