almuhtada.org – Kasih sayang Allah SWT sangat luas. Haid merupakan ketentuan alami bagi perempuan, dan Allah SWT tidak mungkin membatasi kasih sayang-Nya hanya karena keadaan biologis yang diciptakan-Nya sendiri. Sebaliknya, bagi seorang wanita yang ikhlas menerima keputusan ini, terdapat pahala dari kesabaran yang dimilikinya.
Hal pertama yang harus kita tanamkan adalah pemahaman bahwa ibadah tidak hanya sebatas salat dan puasa. Lailatul Qadar merupakan momentum ketika nikmat Allah SWT melimpah ke dunia. Siapa pun yang suka mendengarkan dalam bentuk apa pun, maka akan memiliki hak untuk memperoleh bagian dari keberkahan malam tersebut.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Sesungguhnya setiap tindakan itu tergantung pada niatnya, dan setiap individu akan memperoleh apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apabila di dalam hatimu terdapat niat untuk beribadah tetapi tubuh terhalang oleh syariat (haid), maka niat yang tulus tersebut sudah tercatat sebagai kebaikan. Lalu, apa yang bisa dilakukan wanita haid untuk tetap mendapatkan pahala? Berikut adalah amalan yang bisa dilakukan wanita haid untuk menambah pahala di malam lailatul qadar:
- Memperbanyak Zikir dan Shalawat
Lidah kita tidak terhalang untuk terus berdzikir kepada Allah SWT. Biasakan mulut kita untuk mengucap Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar , atau Laa ilaha illallah . Kalian juga bisa mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah ra saat bertanya tentang Lailatul Qadar, yang berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku”
- Mendengarkan Lantunan Al-Qur’an
Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai sentuhan mushaf ketika haid, mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an sangat dianjurkan. Mendengarkan dengan khusyuk tetap memberikan ketenangan dan pahala yang besar bagi sang pendengar.
- Memperdalam Ilmu
Membaca buku agama, mendengarkan ceramah yang menggugah jiwa, atau mengkaji tafsir Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia. Di malam Lailatul Qadar, mengisi waktu dengan belajar akan membuat hati tetap terhubung dengan Sang Pencipta.
- Memberi Makan Orang yang Berbuka
Menyiapkan makanan untuk orang yang berpuasa atau memberikan sedekah kepada yang membutuhkan adalah amalan yang pahalanya luar biasa. Kalian akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Lalu, seringkali yang membuat kita sedih bukan karena tidak salat, tapi karena kita merasa sedang berhenti beribadah. Di sepuluh malam terakhir, tetaplah bangun di sudut malam. Pakailah pakaian yang bersih dan wangi, duduklah di sajadah, lalu mulai berzikir dan berdoa dengan penuh harapan. Menangislah di hadapan Allah SWT, karena kelemahan hamba yang penuh dosa dan kerinduan kepada Tuhannya adalah zikir yang sangat dicintai-Nya.
Kesimpulannya, Lailatul Qadar bukan hanya milik mereka yang dalam kondisi suci. Lailatul Qadar adalah milik setiap hamba yang hatinya terjaga, yang lisannya berzikir, dan yang tangan terbuka untuk berbagi. Jadi, jangan biarkan haid mencuri semangatmu. Mari jemput kemuliaan malam seribu bulan dengan cara yang Allah SWT ridai. [Maulida Auliyah]










