almuhtada.org – Beberapa orang terkadang mengaku bahwa dirinya introvert karena sering menyendiri dan sering menghindar saat bersosialisasi, padahal alasan dia menyendiri adalah karena memiliki trauma masa lalu namun terkadang ia tidak menyadarinya.
introvert merupakan sebuah kepribadian, menyendiri bagi seorang introvert merupakan sebuah pilihan bukan pelarian, biasanya seorang introvert menyendiri untuk me-recharge energinya dan mereka tetap bisa bersosialisasi seperti biasa.
Berbeda dengan orang yang menyendiri karena memiliki trauma masa lalu, biasanya ia lebih ke menghindar karena takut, cemas atau merasa tidak aman saat berinteraksi, terkadang muncul rasa overthinking, takut ditolak atau disakiti lagi.
Dari luar terlihat seperti sama, sama-sama pendiam dan sama-sama lebih suka menyendiri, sehingga sering kali tidak disadari padahal akar polanya berbeda. Seorang introvert memiliki kendali atas pilihannya untuk bersosialisasi, sedangkan orang yang memiliki trauma masa lalu merasa terpaksa untuk menjauh demi melindungi dirinya.
Orang yang memiliki trauma masa lalu biasanya memiliki akar pola yang berasal dari pengalaman yang menyakitkan seperti pernah di bully, dibesarkan dilingkungan yang dingin, pernah dikhianati, dikritik berlebihan dan pernah merasa tidak aman ketika ia menjadi dirinya sendiri sehingga tanpa disadari dirinya memiliki pikiran bahwa jika ia menjauh dari relasi maka ia akan aman. Jadi menarik diri dari keramaian menjadi salah satu mekanisme perlindungan dirinya.
Pengalaman relasi diawal akan membentuk rasa aman saat kita dekat dengan orang lain. Jika dulu ia memiliki pengalaman kedekatan yang penuh dengan kritikan, penolakan, atau dikhianati maka saat dewasa tubuh akan otomatis memilih untuk menjaga jarak untuk bertahan.
Oleh karena itu ketika ada orang baik yang mendekat, rasa yang muncul bukan rasa nyaman tetapi justru overthinking, takut salah ngomong, ingin obrolan cepat selesai, capek setelah bertemu orang, dan rasa ingin menghilang jika terlalu dekat karena tubuh dan alam bawah sadar membaca kedekatan sebagai potensi ancaman.
Pentingnya mengenal perbedaan ini, agar kita tidak salah dalam menilai diri. Dengan begitu kita bisa mengambil langkah yang tepat, mengenal diri sendiri merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan mental yang baik. Karena pada akhirnya menyendiri seharusnya menjadi tempat untuk menenangkan diri bukan tempat untuk terus bersembunyi dari rasa sakit yang belum sembuh. [Nur Laila Fithriani]











