Sering Bertikai? Ini Penjelasannya dalam Islam!

Ilustrasi saling bergandengan tangan (freepik.com - almuhtada.org)

almuhtada.org – Islam adalah agama yang sangat menekankan persatuan dan persaudaraan. Allah tidak hanya memandang umat Islam sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari satu tubuh besar yang saling terikat oleh tali iman.

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Hujurat ayat 10:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS. Al-Hujurat : 10)

Ayat ini menjelaskan tiga poin utama yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam:

  1. Mukmin adalah saudara satu sama lain

Ikatan persaudaraan dalam Islam tidak semata-mata didasarkan pada hubungan darah, suku, atau bangsa. Sebaliknya, ikatan itu lahir dari keimanan kepada Allah. Seorang Muslim harus memandang Muslim lain sebagai saudaranya, sehingga ia wajib mencintai, menolong, dan melindunginya dari keburukan.

  1. Kewajiban mendamaikan perselisihan

Perselisihan dan konflik adalah bagian dari kehidupan manusia. Namun, Allah memerintahkan agar umat Islam tidak membiarkan perpecahan, melainkan berusaha mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Peran mendamaikan ini bukan hanya tanggung jawab pemimpin, tetapi juga kewajiban setiap Muslim sesuai kemampuan.

  1. Takwa sebagai kunci rahmat Allah

Upaya menjaga persaudaraan dan menyelesaikan konflik tidak akan berhasil tanpa landasan ketakwaan. Dengan takut kepada Allah, seorang Mukmin akan lebih mudah menahan amarah, mengutamakan kepentingan umat, dan mencari keridaan Allah di atas kepentingan pribadi. Hasilnya adalah rahmat Allah yang meliputi kehidupan bersama.

Baca Juga:  Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Perkembangan Kognitif Anak

Umat Islam adalah satu tubuh. Jika ada satu bagian yang sakit, bagian lainnya ikut merasakan. Begitu juga jika ada satu pihak yang terzalimi, maka kewajiban yang lain adalah menolongnya.

Perpecahan adalah pintu masuk kelemahan umat. Karena itu, mendamaikan konflik merupakan langkah strategis untuk menjaga kekuatan dan keutuhan umat Islam. Rahmat Allah bergantung pada ketakwaan. Meskipun umat Islam bersaudara, tanpa takwa persaudaraan akan mudah rapuh oleh hawa nafsu, ego, dan kepentingan duniawi.

Persaudaraan dalam Islam adalah nikmat besar yang harus dijaga. Seorang Mukmin tidak boleh menumbuhkan kebencian, permusuhan, atau iri hati, melainkan dituntut untuk memperkuat ikatan ukhuwah. Dengan mendamaikan perselisihan, menumbuhkan kasih sayang, dan bertakwa kepada Allah, umat Islam akan meraih rahmat dan keberkahan-Nya.

Mari kita jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam ukhuwah islamiyah, agar persaudaraan sesama Muslim tetap kokoh, dan umat Islam dapat berdiri sebagai satu kesatuan yang kuat di tengah kehidupan dunia. [] Muhammad Fadli Noor

Related Posts

Latest Post