almuhtada.org – Sobat Fillah, pernah nggak sih merasa berat dalam menjalankan ibadah? Kenapa sih kok kita terkadang merasa berat dan banyak alasan dalam melakukannya?. Hmm….mungkin bisa jadi beberapa penyebabnya adalah kurangnya rasa cinta dan kurangnya pengetahuan akan keutamaan ibadah tersebut. Oke kita bahas satu-satu dulu
Yang pertama, kurangnya rasa cinta. Maksudnya gimana? Cinta yang dimaksud di sini adalah cinta pada sang maha kuasa, yakni Allah Swt. Cinta sejati yang tidak akan pernah mengecewakan. Coba kita tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita sudah benar-benar cinta pada Allah? kalau iya mana buktinya? mendengar kabar bulan ramadan saja terkadang masih bisa mengeluh. Entah memikirkan betapa hausnya ketika di siang bolong, betapa laparnya di pagi hari, dan kenikmatan-kenikmatan duniawi lainnya yang tidak bisa dinikmati saat bulan Ramadan.
Jika terkadang kita masih berpikir seperti itu, sekali lagi kita bertanya pada diri sendiri. seberapa besar cinta kita pada Allah sampai-sampai kita mengeluh akan perintah-Nya?
Padahal, orang yang benar-benar cinta justru akan melakukan apa saja yang dikehendaki oleh yang dicintai
Sebagai analogi, ketika manusia sedang jatuh cinta dia akan mengusahakan apa saja permintaan dari orang yang dicintai, walaupun permintaan itu sebetulnya memberatkan, tapi orang tersebut akan berusaha semaksimal mungkin agar orang yang dicintai tidak kecewa. Bahkan, jangankan menuruti permintaannya, ia akan menawarkan bantuan untuknya. luar biasa
Sahabat Fillah di manapun kalian berada. Kekuatan cinta sangatlah luar biasa, oleh karena itu yukkk tanamkan cinta yang dalam pada zat yang tidak akan mengecewakan, ibadah akan lebih bermakna dan khidmat jika kita melakukannya atas dasar cinta pada sang Maha Kuasa.
Yang kedua, kurangnya pengetahuan akan keutamaan ibadah tersebut. Kita ambil contoh puasa, khususnya di bulan Ramadan. Ibadah tersebut sangat luar biasa keutamaannya, baik dari segi ragawi maupun rohani.
Teman-teman pernah mendengar intermittent fasting? yang mana salah satunya yakni pola diet 16 jam berpuasa, dan 14 jam berbuka. Banyak orang berbondong-bondong melakukan diet tersebut untuk sekedar menurunkan berat badan atau untuk penyembuhan beberapa penyakit. Dilansir dari website kementerian kesehatan, diet puasa ini memiliki manfaat bagi kesehatan diantaranya :
1. Mencegah inflamasi
2. Menurunkan resistensi insulin
3. Menyehatkan jantung
4. Hingga mencegah kanker
Sungguh betapa dahsyatnya manfaat puasa bagi kesehatan bukan?. Selain itu, dari segi rohani puasa juga dapat menjadikan kita lebih peka terhadap orang-orang yang mengalami krisis pangan. Coba kita tengok saudara yang ada di Palestina, untuk makan saja mereka bergantung pada bantuan orang lain, jangankan berpikir besok makan apa, hari ini mereka bisa makan saja Alhamdulillah.
Lalu kita juga harus menengok saudara kita yang ada di Aceh pasca banjir kemarin. banyak dari mereka yang mati karena berhari-hari tidak mendapatkan bantuan makanan karena daerah terisolir
Sahabat Fillah di manapun kalian berada, semua keutamaan puasa adalah agar menjadikan kita hamba yang bertaqwa sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Sahabat Fillah di manapun kalian berada, yukk maksimalkan bulan ramadan ini untuk menguatkan rasa cinta terhadap sang Khaliq. Jadikan bulan ramadan ini sebagai pelatihan agar kita menjadi manusia yang peka terhadap isu-isu kemanusiaan.Karena sejatinya tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah. Wa Ma kholaqtul Jinna Wal Insa Illa liya’buduun [Hanum Salsabila]











