almuhtada.org – Bulan Ramadan sudah di depan mata, hanya tinggal hitungan hari kita akan berpuasa selama sebulan penuh. Bulan yang suci ini, bulan yang sudah kita nantikan sebagai ladang kita memanen pahala. Bahkan secara medis, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh kita.
Berpuasa adalah waktu kita untuk mendetoks tubuh dari berbagai hal yang telah kita konsumsi. Oleh sebab itu, berpuasa membuat tubuh kita sehat. Namun terkadang pernahkah kalian menyadari bahwa banyak diantara kita yang malah tumbang ketika bulan Ramadan. Suara batuk sering terdengar bersahutan diantara jamaah sholat Tarawih atau menyedot ingus yang ingin turun dari hidung.
Lalu, apakah dengan adanya realitas seperti itu menjadikan puasa tidak lagi menyehatkan tubuh? Salah, yang salah adalah manusianya. Kebanyakan dari kita tidak menjaga pola hidup ketika bulan Ramadan serta banyak yang kalap hingga akhirnya membuat imun tubuh kita melemah. Padahal ada banyak hadits yang menuntun kepada sunah-sunah Rasulullah selama bulan Ramadan dan itu semua terbukti secara medis. Maka dibawah ini akan adalah tips sehat selama Ramadan ala Rasulullah.
- Tidak Meningalkan Sahur
Ada hadits masyhur yang mengatakan bahwa, Nabi bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan“. Ternyata keberkahan yang dimaksud salah satunya adalah dari sisi medis.
Secara medis, sahur adalah fondasi energi. Alodokter dan dokter dari RSUD Sleman menjelaskan bahwa melewatkan sahur memperpanjang waktu perut kosong yang justru memicu makan berlebihan saat berbuka dan risiko gangguan pencernaan. Sehingga dianjurkan untuk tidak melewatkan sahur atau hanya minum air putih lalu tidur lagi.
Tips yang bisa diberikan adalah ikuti sunnah untuk mengakhirkan sahur, yaitu mendekati waktu Subuh. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti beras merah atau gandum agar energi dilepas perlahan dan kita kenyang lebih lama.
- Berbuka dengan Kurma
Rasulullah mencontohkan berbuka dengan ruthob (kurma basah). Jika tidak ada, beliau makan tamar (kurma kering), atau setidaknya air putih, Mengapa kurma? Selain mengikuti sunnah, Halodoc mencatat bahwa kurma adalah sumber energi instan terbaik. Gula alaminya mengembalikan kadar gula darah yang turun drastis tanpa membuat pankreas kaget seperti saat kita minum es sirup gula pasir. Selain itu, kurma kaya serat yang mempersiapkan lambung menerima makanan berat.
- Kendalikan Nafsu Makan
Hadits nabi mengatakan: “Cukuplah bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan punggungnya“. Ini adalah peringatan keras bagi kita yang suka kalap saat berbuka. Makan berlebihan saat berbuka justru membuat tubuh lemas dan mengantuk saat Tarawih karena aliran darah berpusat di perut untuk mencerna makanan berat. Ahli gizi menyarankan agar kita makan secukupnya dan menghindari gorengan berlebih agar pencernaan tidak bekerja terlalu keras.
- Salat Tarawih: Ibadah Sekaligus Olahraga Ringan
Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang aktif dan kuat fisiknya. Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan seharian. Secara medis, gerakan salat Tarawih yang dilakukan setelah berbuka berfungsi membakar kalori dan melancarkan metabolisme tubuh setelah makan. Jika ingin olahraga tambahan, BAZNAS menyarankan waktu terbaik adalah menjelang berbuka atau setelah Tarawih saat tubuh sudah terisi energi dengan intensitas ringan.
- Jaga Pola Minum dan Kebersihan Mulut
Untuk mencegah dehidrasi, terapkan pola minum yang teratur. Jangan minum sekaligus banyak dalam satu waktu karena berisiko kembung. Gunakan pola “2-4-2”: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Selain itu, menjaga kebersihan mulut adalah sunnah yang sangat dicintai Rasulullah (bersiwak). Secara medis, menyikat gigi setelah sahur dan berbuka sangat penting untuk mencegah bakteri penyebab bau mulut yang berkembang biak saat mulut kering.
Ternyata, menjadi sehat saat Ramadan tidak perlu teori yang rumit. Dengan kembali meneladani sunah-sunah Rasulullah, mulai dari memilih menu sahur, berbuka dengan kurma, hingga tidak makan berlebihan, kita tidak hanya mendapatkan pahala sunnah, tetapi juga tubuh yang sehat untuk beribadah sebulan penuh. Semoga Ramadan tahun ini kita bisa lebih sehat dan produktif! Wallahu a’lam bisshowab [Pranita Wulan Andini]










