almuhtada.org – Dilema ramalan di era modern, banyak orang merasa penasaran dengan masa depannya, lalu mencoba mencari tahu siapa pendamping hidupnya melalui ramalan bintang (zodiak) atau jasa peramal.
Hal ini menimbulkan kebingungan mengenai hukumnya. Mari kita tinjau berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadis.
1.Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Naml ayat 63
اَمَّنْ يَّهْدِيْكُمْ فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَنْ يُّرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًا ۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ تَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْن
Katakanlah (Muhammad), tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” Ini menegaskan bahwa jodoh adalah perkara gaib yang mutlak milik Allah.
- Hadist Riwayat Muslim: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (Ini untuk menunjukkan konsekuensi bagi yang sekadar “coba-coba”)
Banyak orang berdalih ramalan jodoh atau zodiak hanya untuk seru-seruan (hiburan). Jika percaya, hukumnya bisa jatuh pada syirik/kufur.
Jika hanya membaca untuk hiburan, hukumnya tetap terlarang (haram) karena membuka pintu was-was dan membuang waktu pada hal yang batil.
Solusi Islami: “Ramalan” dengan cara yang diperbolehkan
Alih-alih meramal lewat bintang atau menanyakan pada peramal, Islam memberikan tuntunan untuk “melihat” masa depan jodoh melalui:
Istikharah: Meminta petunjuk langsung kepada Sang Pemilik Skenario, menyerahkan keputusan masalah jodoh kepada Allah swt dengan cara memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum bertemu dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh-Nya.
Nazhor: Mengenali calon secara nyata dan syar’iat atau bisa juga disebut taaruf proses pengenalan calon pasangan dengan ketentuan syariat Islam
Melihat Kufu (Kesepadanan): Menilai dari kesalehan, karakter, dan visi hidup.dengan melihat kesepadanan karakter, dan visi hidup akan memudahkan untuk mencari pasangan hidup yang sesuai kriteria.
Dampak Buruk Ramalan Bagi Kesehatan Mental
Dengan mengimplementasikan tuntunan islam untuk melihat jodoh dengan tiga cara diatas akan berdampak baik bagi kesehatan mental seseorang, dan ramalan jodoh berbahaya bagi kesehatan mental.
Mengapa Ramalan Jodoh Berbahaya bagi Mental? Secara psikologis dan spiritual, ramalan jodoh menciptakan sugesti yang membatasi ikhtiar.
Seseorang mungkin menolak orang baik hanya karena “bintangnya tidak cocok”, atau justru bertahan pada hubungan beracun hanya karena “ramalannya mengatakan mereka berjodoh”.
Islam mengajarkan kita untuk menilai seseorang dari ketaatannya, bukan dari rasi bintang yang tidak memiliki kuasa atas takdir manusia.
Janji Allah dalam Q.S An-nur:26
Dengan memperbaiki diri (Muhasabah) adalah cara terbaik dalam islam dan berdoa memohon petunjuk kepada-Nya untuk meramal siapa jodoh kita nanti,” sesuai janji Allah swt dalam Q.S An-nur ayat 26
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيم
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). [Azizah Fiqriyatul Mujahidah]











