Batas Makan Sahur Sebenarnya Kapan? Imsak? atau Shubuh?

Ilustrasi alat makan sahur. (pixabay-almuhtada.org)

Almuhatada.org-Sahur merupakan salah satu kegiatan yang disunnahkan dalam berpuasa, khususnya mengakhirkan sahur. Kapankah waktu batas dalam melaksanakan sahur?

أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُوا وَاشْرَبُوا  حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ

Artinya, “Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan di waktu malam, lalu Rasulullah bersabda: Makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan. Karena dia tidak mengumandangkannya kecuali setelah fajar terbit.” (HR. Al-Bukhari).

Jadi berdasarkan dalil tersebut, dapat diketahui bahwa batas dari makan dan minum untuk sahur adalah saat adzan shubuh.

Lalu, pernah dengar mengenai imsak? Kenapa ada istilah imsak, sedangkan kita disunnahkan untuk mengakhirkan?

Berikut merupakan dalil dari adanya imsak

ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ: ﺗﺴﺤﺮﻧﺎ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺛﻢ ﻗﺎﻡ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ، ﻗﻠﺖ: ﻛﻢ ﻛﺎﻥ ﺑﻴﻦ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻟﺴﺤﻮﺭ؟  ﻗﺎﻝ: ﻗﺪﺭ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺁﻳﺔ. رواه البخاري

Artinya, “Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: ‘Kami sahur bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallama, lalu beliau melakukan shalat’. Saya (perawi) tanya: ‘Berapa jarak antara azan dan sahur?’ Zaid menjawab: ‘Perkiraan 50 ayat’.” (HR Al-Bukhari).

Jadi, memang benar kita disunnahkan untuk mengakhirkan sahur, tetapi kita juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah cara untuk mengantisipasi barangkali terkadang kita makan belum selesai ataupun masih ada sisa di mulut. Untuk itu, kita berhenti sekitar perkiraan 50 ayat atau 10 menit.

Baca Juga:  Abdurrahman Al-Sufi: Ilmuwan Muslim Penjelajah Langit dan Penemu Galaksi Andromeda

Dengan adanya jeda waktu tersebut, dapat kita manfaatkan juga untuk menyikat gigi dan membersihkan mulut supaya tidak tersisa makan dan tidak ragu jika ada tertelan saat sikat gigi.

Selain, itu juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk berniat puasa jika takut terlupa sudah membaca niat atau belum.

Namun jika memang kita baru terbangun saat waktunya imsak, maka kita juga masih bisa untuk makan atau hanya sekedar minum saat waktu itu sebelum adzan shubuh supaya mendapatkan pahala sahur.

Rasulullah Saw bersabda:

السَّحورُ أُكْلةُ بَرَكةٍ، فلا تَدَعوه، ولو أنْ يَجرَعَ أَحَدُكم جُرْعةً من ماءٍ؛ فإنَّ اللهَ وملائكتَه يُصلُّونَ على المُتَسَحِّرينَ

Artinya, “Sahur adalah makanan penuh berkah, maka jangan tinggalkan sahur. Walaupun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah merahmati dan malaikat mendoakan orang-orang yang melaksanakan sahur.” (HR Ahmad).

Imsak merupakan salah satu bentuk kehati-hatian kita supaya tidak sampai menabrak waktu adzan shubuh. Karena jika memang makan dan terlalu mepet dengan waktu azan shubuh, terkadang karena kita terlalu menikmati makan sampai tidak menyadari waktu hingga saat makanan masih belum habis sudah terdengan azan shubuh.

Jika sudah mengalami hal tersebut, ada banyak kemungkinan makanan akan menjadi mubazir karena jika ada makanan yang masih di dalam mulut harus langsung dikeluarkan dan kalau masih ada sisa juga yang belum termakan, kemungkinan kecil akan dimakan menunggu berbuka sehingga jadinya dibuang.

Baca Juga:  Tidur Setelah Subuh: Bagaimana Perspektif Islam dan Kesehatan Memandang Kebiasaan ini?

Demikian sedikit pembahasan mengenai waktu terakhir untuk sahur, semoga bermanfaat wallahua’lalm. []Shofiyatul Afiyah

Related Posts

Latest Post