almuhtada.org – Self love atau mencintai diri sendiri merupakan sikap menghargai diri sendiri atas apa yang dimiliki ataupun pencapaian seperti apa yang telah dilewati.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang terjadi dalam hidup dan memotivasi diri untuk tetap berusaha. Lalu mengapa banyak masyarakat yang salah mengartikan self love?
Ternyata tidak sedikit orang yang mengartikan self love sebagai suatu bentuk narsisme.
Sebetulnya ada perbedaan yang besar mengenai self love dengan narsisme.
Self love merupakan bentuk cinta diri yang sehat ketika menerima diri apa adanya, menjaga kesehatan baik jasmani dan rohani sebagaimana tetap bersyukur atas apa yang Allah Swt. berikan kepada kita dan tetap rendah hati.
Sedangkan narsisme adalah bentuk cinta diri yang berlebihan, ketika mengagungkan diri secara berlebihan, dan merasa diri lebih baik atau yang dikenal dengan tinggi hati kepada orang lain dari berbagai aspek sehingga sering kali melahirkan kesombongan dalam diri.
Konteksnya memang mirip yakni cinta pada diri sendiri, namun keduanya terlihat pada niatan dan sikap yang ditunjukkan.
Dalam Al-quran terdapat makna implisit mengenai self love, yakni terdapat dalam surat Yunus ayat 44 yang memiliki arti “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.”
Ayat ini menekankan bahwa menjaga diri dari keburukan adalah bentuk cinta diri yang sejati.
Allah Swt. tidak pernah menzalimi hamba-Nya, melainkan manusialah yang kerap merugikan dirinya sendiri, dengan kata lain yang melakukan hal buruk adalah manusia itu sendiri dan bukan Allah Swt.
Selain itu, hadis Nabi Muhammad Saw. juga mengajarkan sikap mencintai diri sendiri dengan cara menjaga syukur, sabar, meminta maaf, dan memaafkan. Dalam hadis riwayat ath-Thabrani disebutkan:
“Barang siapa yang diberi lalu bersyukur, ditimpa cobaan lalu bersabar, menzalimi lalu meminta maaf, dan dizalimi lalu memberi maaf, mereka itulah yang mendapatkan keamanan dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Hadis ini mengajarkan bahwa cinta diri bukan sekadar memanjakan diri, melainkan sikap yang dapat melahirkan kedamaian, keteguhan, dan kemuliaan akhlak.
Maka dari itu menjaga syukur, sabar, meminta maaf, dan memaafkan dapat menjadi jalan awal sebagai bentuk mencintai diri dengan tetap mengedepankan agama.
Berdasarkan potongan ayat dan hadis di atas, dapat kita simpulkan bahwa mencintai diri sendiri merupakan bentuk menerima diri sebagai ciptaan Allah Swt. dengan lapang dada dan menjalankan perintahnya sembari menjaga titipan-Nya yakni jasmani dan rohani yang kita punya.
Ada beberapa manfaat dari self love dalam islam yang dapat dicerna dan diambil hikmahnya oleh kita yakni diantaranya,
- Meningkatkan kesehatan mental
Untuk dapat khusyuk dalam beribadah yang hubungannya langsung dengan Allah Swt. dan manusia diantaranya kita perlu damai dengan diri terlebih dahulu.
Damai di sini salah satunya menganggap cobaan yang didapat sebagai bentuk evaluasi diri dan sebagai penguat bahwa raga dan jiwa yang kita punya sudah kuat dalam menghadapi tantangan yang Allah berikan.
- Menjadi dasar hubungan yang baik
Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa mencintai orang lain berawal dari mencintai diri sendiri, maka dari itu sebelum memulai hal yang besar, perlunya dimulai dengan melakukan langkah terkecil, yakni dengan mencintai diri sendiri.
- Membentuk kepribadian diri yang positif
Self love membuat seseorang lebih mudah untuk berpikir positif. Pikiran positif akan memengaruhi ucapan, perilaku, dan bahkan kualitas ibadah seseorang.
- Menjaga Amanah yang Allah Swt. berikan
Tubuh, akal, dan hati adalah amanah dari Allah. Dengan self love, kita akan menjaga kesehatan, menghindari hal-hal yang dapat merusak bagi diri dan lingkungan yang kita punya, serta dapat menjadi ajang untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah Swt berikan.
Dengan demikian, self love menurut Islam bukanlah egoisme atau narsisme, melainkan sikap menjaga, merawat, dan menghormati diri sebagai amanah dari Allah Swt.
Dengan mencintai diri sendiri, kita akan lebih mudah mencintai Allah, Rasul, keluarga, dan sesama manusia. []Salsabila Azzahra Nur Rila











