Tips Memilih Pasangan yang Tepat dalam Pandangan Agama bukan Pandangan Semata

Dua insan yang menggambarkan saling cinta karena Allah (Pinteres-almuhtada.org)

almuhtada.org – Segala hal yang diciptakan Allah subhanahu wataala memiliki pasangan. Laki-laki dengan perempuan. Siang dan malam. Darat dan laut.

Bahkan atom memiliki muatan positif dan negatif. Allah subhanahu wataala berfirman dalam Q.S. Az-Zariyat ayat 49 yang berbunyi;

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).(Az-Zariyat ayat 49)”

Di era yang serba cepat saat ini, memilih pasangan sering kali dianggap hal yang sederhana.

Terkadang seseorang hanya memilih dengan dalih yang penting cocok, nyaman, dan seru di ajak ngobrol.

Namun dalam perspektif Islam, memilih pasangan bukan perkara sekedar mengikuti perasaan.

Memilih pasangan adalah keputusan yang mempengaruhi ibadah, masa depan, bahkan keberkahan hidup seseorang.

Dalam agama Islam, pasangan adalah libas, pakaian satu sama lain yang saling menutupi, melindungi dan menenangkan.

Artinya, kriteria pasangan bukan hanya tentang “klik” sesaat, tetapi tentang kemampuan bersama-sama untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Cinta sejati dalam Islam bukan hanya saling pandang memandang, tetapi memandang ke arah yang sama yakni jalan menuju Ridha-Nya.

Lalu bagaimana cara kita bisa mewujudkan cinta sejati itu? Yuk simak kriteria yang harus ada pada calonnya untuk mewujudkannya!

 

Memilih Pasangan yang Baik Agamanya

Rasulullah salallahu alaihi wasalam menyebutkan empat hal yang dapat membuat seseorang menikahi pasangannya.

Baca Juga:  Menghadapi, Bukan Menghindar: Jalan Kuat Seorang Muslim dalam Ujian Hidup

Empat hal tersebut adalah harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Namun beliau menekankan Pilihlah karena agamanya, niscaya engkau beruntung.

Agama bukan berarti harus sempurna. Karena tidak ada manusia yang tanpa kesalahan dan kekhilafan.

Untuk itu yang di cari adalah kemauan untuk senantiasa taat kepada-Nya, bukan hanya sekadar pencitraan.

 

Ahklak yang Menenangkan

Ahklak yang baik indikator dari hati yang baik juga.

Pasangan yang tepat adalah ia yang tidak hanya baik di depan banyak orang banyak, tetapi juga lembut saat berdua.

Dalam kehidupan rumah tangga, ahklak lebih sering mengalahkan penampilan. Karena cantik dan tampan bisa memudar, namun cara seseorang memperlakukan orang lain adalah hal yang menetap.

 

Visi Hidup yang Sejalan

Agama mengajarkan pentingnya sekufu’ atau memiliki kesetaraan nilai dan visi yang sama.

Kalau kamu ingin hidup sederhana dan fokus ibadah, namun ternyata dia ingin mengejar dunia tanpa batas, maka akan muncul benturan.

Pasangan yang tepat bukan hanya yang sama persis, tapi yang sejalan arahnya.

 

Restu Keluarga dan Lingkungan yang Baik

Restu orang tua adalah sebuah doa. Dan doa adalah pintu dari keberkahan.

Lingkungan pasangan juga sebuah hal yang penting.

Jika ia tumbuh dari keluarga yang baik, maka besar kemungkinan nya juga ia telah terbiasa dengan nilai-nilai baik pula.

 

Menenangkan Bukan Menguras

Baca Juga:  Lidah Tak Bertulang, Tapi Bisa Membawa Pahala atau Petaka

Hidup ini sudah cukup melelahkan. Pasangan yang tepat adalah ia yang ketika bersamanya kamu akan merasakan aman, di hargai, dan diperlakukan layak.

Karena dengan adanya ketenangan, kita bisa saling menguatkan dan mengambil keputusan terbaik dalam setiap langkah kehidupan untuk menuju ridha-Nya.

 

Tidak Terburu-Buru dan Tidak Menunda Tanpa Alasan

Islam mengajarkan sebuah keseimbangan. Menunda terlalu lama bisa saja membuat hati menjadi bimbang.

Terlalu cepat juga bisa menutup mata terhadap detail hal penting. Kita bisa menggunakan akal, hati, dan istikharah kita, karena hal ini adalah kompas terbaik untuk menentukannya.

 

Memilih pasangan yang tepat bukan soal mencari seseorang yang sempurna, tetapi tentang seseorang yang siap bertumuh bersama menuju ridha-Nya.

Pada akhirnya, seperti yang kita tahu bahwa jodoh adalah rahasia Allah. Tetapi kita bisa menyetarakan kualitas pasangan kita dengan sibuk menjadi bukan mencari.

Karena kalau kita mencari belum tentu kita menjadi, tapi kalau kita menjadi insyaallah pasti di cari.

Wallahu alam bissawab. Demikian artikel yang saya buat, semoga dapat bermanfaat. Yuk istikomahkan segala hal baik sekarang, jangan hanya ingin yang terbaik tapi sibuklah menjadi yang terbaik! – [Rosi Daruniah]

Related Posts

Latest Post