Lupa Baca Doa Makan dan Baru Ingat di Tengah Suapan? Jangan Panik, Ini Solusinya!

Ilustrasi keluarga yang sedang makan bersama (pinterest.com – almuhtada.org)

almuhtada.org – Rasa lapar yang sudah meronta-ronta, aroma masakan yang menggiurkan, atau suasana obrolan di meja makan yang terlalu seru terkadang membuat fokus kita teralihkan sepenuhnya. Alhasil, kita langsung menyambar makanan tanpa berhenti sejenak untuk berdoa dan mengingat Allah SWT. Dalam momen tersebut, biasanya muncul perasaan tidak tenang atau rasa tidak puas karena kita merasa telah melewatkan adab penting yang sudah diajarkan sejak kecil.

Menurut pandangan Islam, makan bukan sekadar aktivitas untuk menghilangkan rasa lapar atau memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh semata. Lebih dari itu, setiap suapan yang masuk ke dalam mulut adalah bagian dari ibadah yang bisa mendatangkan pahala dan keberkahan jika dibarengi dengan niat serta adab yang benar.

Membaca basmalah di awal makan berfungsi sebagai bentuk pengakuan bahwa rezeki tersebut adalah pemberian Allah SWT dan sekaligus menjadi benteng agar makanan yang kita konsumsi tidak dicampuri oleh energi negatif atau gangguan setan. Namun, Islam adalah agama yang sangat bijaksana dan memahami keterbatasan manusia yang sering kali bersifat pelupa.

Ketidaksengajaan atau kelalaian ini memiliki solusi yang sangat indah dan praktis yang telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Jika kita baru teringat di tengah makan, mungkin saat baru beberapa suap, saat sedang menikmati lauk, atau bahkan ketika nasi di piring sudah hampir habis.

Baca Juga:  Muslim Wajib Tahu! Ini Dia 8 Jalan Rezeki Dalam Al-Qur’an

Berdasarkan hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha , Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang lupa menyebut nama Allah SWT di awal makan, hendaknya ia mengucapkan: Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi , yang memiliki arti “Dengan nama Allah SWT di awal dan di akhirnya.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi).

Membaca doa pengganti tersebut secara spiritual berfungsi sebagai pengusir setan yang sebelumnya sempat ikut menikmati makanan bersama kita karena kelalaian kita di awal. Tetapi, dengan mengucapkan doa singkat tersebut, kita seolah sedang mengoreksi kesalahan dan mengembalikan hakikat keberkahan pada sisa makanan yang masih ada serta makanan yang sudah masuk ke dalam perut.

Hal ini menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah SWT yang tetap membukakan pintu maaf bagi hamba-Nya untuk memperbaiki kekhilafan sekecil apa pun, bahkan dalam perihal makan sekalipun. Keberkahan yang sempat terputus pun kembali menyatu, sehingga energi yang dihasilkan dari makanan tersebut InsyaAllah tetap menjadi energi yang baik untuk tubuh.

Peristiwa lupa ini sebenarnya bisa menjadi momen refleksi agar kita lebih melatih kesadaran penuh dalam beraktivitas. Dikarenakan sering kali kita makan secara terburu-buru seperti mesin, tanpa benar-benar memperhatikan apa yang kita santap dan bagaimana prosesnya.

Kesimpulannya, penting bagi kita untuk menyadari bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang dan kemudahan, bahkan dalam urusan kecil seperti lupa berdoa saat makan. Kesalahan yang tidak disengaja bukanlah akhir dari segalanya, karena Allah SWT telah menyediakan jalan keluar agar kita tetap bisa meraih keberkahan yang sempat terlewatkan.

Baca Juga:  Mengungkap Titik Golden Ratio di Dunia

Dengan mengucapkan Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi , kita tidak hanya memperbaiki adab yang terlupa, namun juga menjaga agar apa yang masuk ke dalam tubuh kita tetap bernilai ibadah. Semoga setiap kekhilafan yang terjadi menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan selalu menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitas, mengecilkan apa pun itu, demi kehidupan yang lebih berkah dan terjaga. Jadikan setiap suapan sebagai bentuk syukur yang tulus, sehingga makanan tersebut tidak hanya mengenyangkan fisik, tetapi juga menenangkan jiwa dan mendatangkan rida Allah SWT. [Maulida Auliyah]

Related Posts

Latest Post