Mengutamakan Keluarga: Landasan Kekuatan dalam Islam

Ilustrasi gambaran sebuah keluarga yang lengkap dengan penuh senyuman, kebahagiaan, dan kebersamaan . (www.freepik.com-almuhtada.org)

almuhtada.org – Keluarga sering disebut sebagai kelompok sosial paling kecil, tapi justru dari situlah banyak hal penting terbentuk. Dari rumah, seseorang pertama kali belajar cara bersikap, memahami nilai, dan mengenal dunia. Karena itu, bicara soal keluarga sebenarnya bukan hanya soal urusan rumah tangga, tapi juga tentang bagaimana masyarakat tumbuh dan berubah.

 Fondasi Kekuatan Masyarakat

Keluarga yang harmonis dan saling mendukung membentuk masyarakat yang kuat. Anggota keluarga belajar tentang kasih sayang, toleransi, dan menghormati satu sama lain. Anak-anak akan tumbuh menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab jika nilai-nilai ini diterapkan sejak dini dalam keluarga. Islam mengatakan bahwa keluarga yang baik adalah dasar masyarakat yang baik. Dalam Surat At-Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keluarga dari hal-hal buruk dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang lebih baik.

Pengembangan Akhlak dan Pendidikan

Anak-anak pertama kali belajar dalam keluarga mereka. Di sini, pendidikan tidak hanya mencakup pendidikan akademik tetapi juga pendidikan moral dan akhlak. Dalam agama Islam, orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anak mereka dengan cara yang terbaik. Sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Bukhari dan Muslim “Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” Ini menunjukkan seberapa besar peran orang tua dalam membangun karakter anak. Orang tua dapat memberikan prioritas kepada keluarga mereka untuk menciptakan lingkungan yang mendukung mengembangan moralitas.

Baca Juga:  Memaafkan Tapi Menolak untuk Berjumpa, Bolehkah dalam Islam?!!

Sumber Kebahagiaan dan Ketenangan

Keluarga dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan kepada semua anggota keluarganya. Hubungan yang baik antara suami dan istri, serta orang tua dan anak, dapat menciptakan suasana yang harmonis dalam agama Islam. Firman Allah dalam surah Al-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepada mereka, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang”. Setiap anggota keluarga akan menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik jika keluarga memiliki kasih sayang dan ketenangan.

Tanggung Jawab Sosial

Dalam Islam, mengutamakan keluarga juga melibatkan tanggung jawab sosial. Keluarga menjadi prioritas utama, orang lebih sensitif terhadap masyarakat di sekitarnya. Keluarga yang baik akan menghasilkan individu yang peduli terhadap orang lain. Dalam Al-Qur’an, Allah menganjurkan kita untuk bersedekah dan membantu orang-orang yang kurang beruntung. Oleh karena itu, mengutamakan keluarga berdampak pada hubungan intrapersonal dan sosial masyarakat.

Pahala dan Keberkahan

Dalam Islam, menjaga dan mengutamakan keluarga adalah amal shalih yang mendapat pahala dari Allah Swt. Setiap upaya yang dilakukan untuk kebahagiaan dan kemakmuran keluarga akan dianggap sebagai amal baik. “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku” (HR. Tirmidzi). Dengan mengutamakan keluarga, kita menjalankan perintah agama dan menjamin keberkahan dalam kehidupan.

Baca Juga:  Menelaah Banyaknya Ayat Al-Qur’an yang Memerintahkan Umat Islam untuk Berpikir, Mengapa Demikian?

Salah satu nilai Islam yang sangat penting adalah mengutamakan keluarga. Keluarga bukan hanya ikatan darah, tetapi juga lembaga yang mendidik, membina, dan membentuk karakter seseorang. Setiap Muslim diharapkan dapat menjaga dan mengutamakan keluarga mereka sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan sejahtera. [MUHAMMAD IKHSANUDIN]

Related Posts

Latest Post