Meneladani Sayyidah Khadijah dan Aisyah: Tangguh Berbisnis, Tangguh Berilmu, Tangguh Berdakwah

Ilustrasi Sayyidah Aisyah dan Khadijah ( pinterest.com – almuhda.org)

Almuhtada.org – Ketangguhan itu tidak datang secara tiba-tiba. Ia harus diukir, dibentuk, dan diasah. Marilah kita belajar dari dua sosok mulia dalam sejarah Islam, yang berhasil membuktikan bahwa perempuan sangat bisa menjadi seorang yang tangguh dalam segala hal kehidupan.

Seperti halnya Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma.
Mereka bukan hanya sekedar memiliki gelar ummul mukminin, tetapi mereka adalah panutan bagi perempuan di seluruh dunia.

Dari ketangguhan mereka, bisa kita pilah menjadi tiga:

1. Tangguh Berbisnis

Kita bisa mengambil bukti dari Sayyidah Khadijah, ia adalah seorang wanita muslimah yang terkenal dengan kedermawanan dan kekayaannya.

Ia merupakan pengusaha yang sangat sukses dalam mengelola bisnisnya. Ia dikenal sebagai Sayyidah Quraisy yang mulia, cerdas dan jujur.

2. Tangguh Berilmu

Jika Sayyidah Khadijah adalah teladan dalam berbisnis, maka Sayyidah Aisyah adalah cahaya cendekiawan muslimah.

Beliau memiliki kecerdasan dan daya ingat yang sangat kuat. Setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat banyak yang menjadikan nya sebagai sumber ilmu agama karena Aisyah telah hidup disisi Rasulullah, sehingga Aisyah banyak sekali meriwayatkan ribuan hadits dan terbukti kesahihanya.

3. Tangguh Berdakwah

Sayyidah Khadijah adalah orang pertama yang mengimani kerasulan Nabi Muhammad Saw. dan termasuk dalam Assabiqunal Awwalun.

Proses dakwah diawal keislaman sangat sulit. Banyak masyarakat yang menentang keislaman sekaligus menyiksa Rasulullah dan pengikutnya saat itu.

Baca Juga:  Belajar Makna “Kosong” dan “Isi” dari Karakter The Void dalam Perspektif Islam

Di masa-masa itulah Sayyidah Khadijah senantiasa berada disisi Rasulullah untuk memberikan ketenangan dan menjadi garda terdepan untuk kemajuan islam.

Dengan ingatan yang kuat, Sayyidah Aisyah melanjutkan dakwah dengan mengajarkan ilmu-ilmu sesuai dengan ajaran sunnah rasul supaya tersampaikan dengan baik.

Sayyidah Aisyah berdakwah lebih kepada transfer ilmu pengetahuan.

Mungkin kali ini dakwah kita bukan lagi berhadapan dengan tantangan kaum kafir Quraisy, melainkan berhadapan dengan tantangan modern seperti; hedonisme, individualisme, dan degradasi moral.

Khadijah mengajarkan kita kekuatan harta dan independensi. Aisyah mengajarkan kita kekuatan ilmu dan intelektualitas. Keduanya mengajarkan kita kekuatan iman dan dedikasi pada dakwah. Mari kita genggam erat ketiga ketangguhan ini.

Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing langkah kita dalam mewujudkan cita-cita Islam berkemajuan melalui ketangguhan kita. []Nabila Putri

Related Posts

Latest Post