Suasana Ramadhan di Negeri Sejuta Penghafal Al-qur’an

ilustrasi sekumpulan orang yang sedang muraja’ah di bulan suci Ramadhan sebagai saksi bahwa cahaya al-qur’an tetap hidup walaupun dalam keadaan berpuasa (pinterest.com – almuhada.org)

almuhtada.org – Suasana dan budaya yang sangat amat berbeda dibandingkan dengan apa yang ada di Indonesia. Mulai dari sahur hingga malam harinya. Seorang pemuda bernama Izzuddien Bilhaq berada di sebuah kota yang disebut sebagai kota para penghafal Al-qur’an, yaitu Zliten.

Kota yang terletak di sebelah timur ibu kota Libya, Tripoli. Tak ada orang yang berseru membangunkan sahur lewat toa masjid, apalagi anak-anak muda yang berkeliling kampung untuk membangunkan sahur seperti di Indonesia.

Izzuddien Bilhaq sempat menanyakan hal ini kepada salah satu teman lokalnya, “apakah memang tidak ada yang membangunkan sahur di pagi hari?” Temannya menjawab “Ada, tepatnya di salah satu kampung kota ini.”

Orang-orang berbondong-bondong menuju masjid setelah sahur, dilanjutkan dengan berdzikir dan membaca Al-qu’an di masjid hingga waktu syuruq, setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan tidurnya. Benar saja, suasana pagi hari di Bulan Ramadhan bagaikan kota tak berpenghuni, tak ada orang bahkan satu pun mobil yang berlewatan di jalanan, toko-toko pun tidak ada yang buka, hanya beberapa toko kelontong yang sudah buka, itu pun bisa dihitung jari.

Suasana ini berlangsung hingga jam 09.00 waktu Libya. Pada waktu tersebut semua orang sudah mulai melakukan aktivitasnya masing-masing dari mulai pekerja kantoran, kuli bangunan hingga para mahasiswa Indonesia yang sudah memulai belajarnya di kelas.

Baca Juga:  Menyingkap Peradaban Arab Sebelum Islam: Seberapa Kelamnya Zaman Jahiliyah?

Masjid kembali ramai dari mulai setelah shalat dzuhur hingga menjelang waktu maghrib. Ada yang membaca Al-qur’an dengan duduk, ada juga para huffadz yang berputar-putar mengelilingi masjid sambil memuraja’ah hafalannya.

Di sore hari, tepatnya setelah shalat ashar, jalanan sangat ramai dipenuhi dengan orang-orang yang mengendarai mobil dengan urusan masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, tak ada orang Libya yang tiba-tiba menjadi penjual makanan mendadak di pinggiran jalan layaknya di Indonesia.

Tidak ada yang menjual takjil berupa es cincau apalagi gorengan, mereka biasanya keluar hanya untuk membeli ikan kaleng, roti dan jus buah atau bahan-bahan pokok yang disediakan di toko kelontong. Adapun makanan pokoknya, mereka membuatnya sendiri di rumah.

Tepat satu jam sebelum adzan maghrib, semua orang menutup tokonya, mobil-mobil sudah tak ada yang melewati jalanan seperti halnya di pagi hari. Menu buka puasa yntuk para mahasiswa Indonesia sudah disediakan tepatnya 30 menit sebelum adzan maghrib.

Biasanya paket lengkap berupa nasi bumbu khas Libya berlaukkan ayam goreng ditambah susu UHT, 6 buah kurma, 1 botol air mineral berukuran 300 ml, dan adonan pendamping kurma yang terbuat dari tepung, kacang almond, dan berbagai jenis kacang-kacangan lainnya yang dihaluskan dan ditambah minyak zaitun.

Suasana Kembali ramai menjelang shalat tarawih di Masjid Syaikh Abdussalam Al Asmar, Zliten, Libya. Jamaah memenuhi area masjid yang setiap malam Ramadhan melaksanakan 10 rakaat salat Tarawih dan 3 rakaat witir sesuai praktik mazhab Maliki.

Baca Juga:  3 Waktu Doa Mustajab yang Tidak Boleh Dilewatkan

Menariknya, tarawih di masjid ini dipimpin oleh 4 imam yang bergantian setiap 2 rakaat. Mereka membaca Al-qur’an dengan riwayat Qalun ‘An Nafi’, sekitar dua tsumun per rakaat. Setara kurang lebih 1,5 lembar mushaf. Dengan pola tersebut, setiap malam para imam dapat membaca sekitar 1 juz lebih 5 halaman.

Di luar masjid, tersedia the panas daun mint khas Libya dalam gelas kecil yang disajikan sejak selesai shalat isya’ hingga berakhirnya tarawih. Minuman ini jadi favorit jamaah, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi kantuk sejenak sebelum kembali melanjutkan shalat.

Tradisi ini menghadirkan suasana Ramadhan yang sangat khas, sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Libya. [] Muhammad Farah Maftuch

Related Posts

Latest Post