almuhtada.org – Pernah gak sih kamu merasa bahwa kemampuan otakmu kurang maksimal, sering kali merasa cepat lelah. Selalu ngestuck dalam kreatifitas, mudah stres tanpa alasan jelas, dan bahkan terasa lambat dalam berfikir? Padahal kita sadar tidak melakukan hal-hal yang merusak otak secara signifikan.
Pada kenyataanya banyak orang tanpa disadari merusak kemampuan otak mereka sendiri melalui kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele. Otak manusia memang pada dasarnya luar biasa hebatnya, tetapi sangat sensitif terhadap hal-hal buruk apapun itu. Walaupun umur adalah musuh alami dalam penurunan fungsi otak, tetap saja pola hidup buruk atau sedikit senggolan dapat secara signifikan menurukan kemampuan otak dalam berfikir.
Dr. Daniel G. amen, dalam bukunya yang berjudul “Change Your Brain, Change Your Life” mengatakan bahwa “Your brain involved you do. When your brain works right, you work right. When your brain toubled , you are troubeled.” Artinya, otak adalah pusat kendali seluruh hidup kita. Saat otak bekerja dengan benar maka kita akan melakukanya dengan benar juga, saat otak kita rusak maka tindakan kita juga terganggu.
Oleh karena itu, selalu menjaga kesehatan otak akan berdampak pada kehidupan kita, bukan sekedar soal fisik tetapi juga soal bagaimana kita berpikir apakah output dari pemikiran itu negatif atau positif. Maka itu akan mempengaruhi kesehatan dan fungsi otak.
Apa saja sih hal-hal yang sering dianggap sepele tetapi dampaknya begitu besar dalam memengaruhi kinerja otak.
Pertama, kurang tidur. Sehebat apapun otak pasti membutuhkan perawatan dan istirahat. Jika mesin bensin misalnya, dalam perawatanya perlu penggantian pelumas agar dapat berfungsi dengan baik, maka dengan tidur adalah cara kita merawat otak. Di saat tidur, otak akan memperbaiki diri.
Kekurangan tidur akan membuat konsentrasi, memori, dan emosi menjadi kacau. Dalam jangka panjang pun akan muncul efek yang lebih berbahaya, bahkan tak hanya otak yang terkena dampaknya. Disamping itu dalam tidur pun terdapat juga hal yang perlu diperhatikan, seperti kebersihan tempat, kenyamanan, dan lain sebagainya yang membuat tidur menjadi lebih maksimal.
Kedua, hindari terpapar konten brainrot. Apa itu brainrot, brainrot sendiri menurut Oxford Word Of The Year, sebuah instansi media massa milik Universitas Oxford adalah gambaran penurunan kemampuan otak akibat terlalu sering mengonsumsi konten daring yang tidak atau kurang berkualitas. Akibatnya, seseorang bisa merasa tidak bersemangat atau bahkan kosong setelah lama berselancar di internet.
Istilah brainrot sendiri muncul sudah lama sejak tahun 1854 dalam buku karya Henry David Thoreau, dan mulai populer lagi di tahun 2024. Brainrot sendiri muncul karena terlalu sering menonton konten receh di internet sehingga secara tidak sadar menurunkan konsentrasi dan memberikan dampak negatif, terutama secara psikologis.
Sering kali gejala brainrot tidak disadari karena memang ketika terdampak brainrot seseorang akan cenderung kurang memahami apa yang telah terjadi, dan gejala dari brainrot sendiri diantaranya:
- Lebih tertarik scrolling media sosial saat sedang bersama teman, keluarga, atau kolega
- Sulit melepaskan diri dari gadget, bahkan saat bekerja.
- Terlalu sering memeriksa notifikasi ponsel.
- Terlalu banyak menerima informasi yang kurang penting.
- Susah tidur atau mengalami insomnia.
- Mata cepat lelah atau sakit kepala setiap selesai memainkan gadget.
Kemudian, efek jangka panjang dari brainrot akan merusak tatanan hidup, hidup menjadi berantakan, sehingga akan muncul domino lagi.
Lalu terakhir adalah tidak atau jarang melakukan kegiatan yang merangsang otak. Tubuh yang jarang dilatih akan mengalami penurunan kebugaran. Otak jika tidak dilatih untuk kegiatan yang merangsang otak, maka penurunan fungsi otak akan cepat menurun. Oleh karena itu, menjaga dan mengembangkan otak sangatlah penting.
Biasakan otak untuk berfikir ataupun terangsang, bisa dengan membaca, menulis, menghafal, dan menghitung. Itu semua tak hanya memperlambat penurunan fungsi otak tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam bekerja. [] Nafis Naufal Al Bana











