almuhtada.org – Kita pasti sangat mengetahui jika shalat merupakan kewajiban bagi semua umat islam. Shalat sendiri merupakan tiang agama, dan agama tidak akan berdiri dengan tegak tanpa dilaksanakannya shalat yang sesuai dengan perintah Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Swt :
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S Al – ‘Ankabut Ayat 45).
Hakikatnya shalat bukan hanya sekadar gerakan saja, seperti seseorang ketika berdiri, ruku’, sujud, atau bacaan – bacaan yang diucapkan, tetapi hakikat dari shalat yaitu bila seseorang mampu menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar yang dapat merusak ajaran agama islam.
Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang pentingnya waktu shalat firman Allah Swt yaitu:
فَاِذَا قَضَيۡتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذۡكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِكُمۡ ۚؕ فَاِذَا اطۡمَاۡنَنۡتُمۡ فَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتۡ عَلَى الۡمُؤۡمِنِيۡنَ كِتٰبًا مَّوۡقُوۡتًا ١٠٣
Yang artinya :
“Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah shalat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin” (Q.S An-Nisa Ayat 103).
Sering kali kita sebagai manusia terkadang tidak menyadari waktunya shalat telah tiba dan masih sibuk akan urusan di dunia. Entah itu masih ada pekerjaan atau sedang ada kepentingan lainnya.
Alangkah baiknya ketika kita mendengar suara azan atau mengetahui bahwa waktu shalat telah tiba, kita segera menunaikannya. Hal ini karena kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Misalnya, saat waktu salat dzuhur tiba dan kamu mendengar azan, tetapi memilih mengabaikannya karena masih sibuk bekerja dengan niat akan melaksanakannya di rumah. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba ban motor bocor sehingga harus mencari bengkel dan menunggu perbaikan. Tanpa disadari, waktu pun berlalu hingga masuk waktu salat ashar. Akibatnya, salat dzuhur terlewat dan harus diqadha.
Coba kalau kita sewaktu mendengar suara azan langsung segera melaksanakan shalat, pasti tidak akan cemas sewaktu di perjalanan atau tidak cemas ketika waktu shalat telah habis. Jadi kita tidak kehilangan waktu shalat karena malas, tidak menyia-nyiakan waktu shalat, dan tidak melalaikan waktu shalat tersebut.
Diriwayatkyan oleh Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib’iy mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah bersabda : Allah Ta’ala berfirman “Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu dan Aku berjanji bahwa barang siapa yang menjaga waktu – waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barang siapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang Aku janjikan”.
Sekali lagi Allah tidak akan pernah mengingkari janji kepada hamba – hamba-Nya, maka dari itu menyegerakan shalat pada awal waktu adalah salah satu cara bagi kita sebagai hamba -Nya untuk mendapatkan balasan surga. [Shokifatus Salamah]










