almuhtada.org – Setiap hari, jam, menit, bahkan detik, ada nyawa yang berpulang pada sang Pencipta. Hukum alam mengatur bahwa ketika ada manusia yang dilahirkan di dunia, maka di belahan bumi yang lain ada yang harus menutup usia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 57 yang berbunyi:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
Kita adalah makhluk ciptaan Allah, keberadaan kita di dunia hanyalah sementara, karena pada dasarnya dunia dan segala yang ada di dalamnya bersifat fana. Namun, namanya manusia terkadang lupa, bahwa segala yang kita miliki hanyalah titipan yang sewaktu-waktu diambil oleh pemiliknya.
Kita tentunya pernah merasakan kehilangan seseorang, entah orang tua, saudara, pasangan, maupun teman. Ketika ditinggal oleh seseorang yang sangat berharga dan berarti bagi kita, mungkin sempat terbenak dalam hati untuk menolak kenyataan hingga tidak terima dengan takdir yang telah ditetapkan.
Menangisi orang yang sudah tiada diperbolehkan, namun jangan sampai menolak keadaan. Allah telah menggariskan takdir setiap manusia hingga waktu kematiannya sekalipun, yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa semua yang hidup pasti akan merasakan mati. Ini hukum alam yang mutlak dan tidak dapat dihindari oleh siapapun yang bernyawa. [] Hanum Salsabila