almuhtada.org – Kita pasti pernah merasa kecewa atas hasil dari kerja keras dan usaha yang telah kita lakukan. Bahkan, terkadang kita mengorbankan waktu untuk beristirahat demi menyelesaikan urusan yang kita miliki dengan harapan bahwa usaha dan kerja keras yang telah kita lakukan akan menghasilkan suatu hasil yang memuaskan dan sesuai dengan harapan kita.
Namun, seperti yang telah disinggung sebelumnya, terkadang segala usaha dan kerja keras yang telah kita lakukan hanya berujung kekecewaan.
Sebelumnya, perlu digaris bawahi bahwasanya hasil yang kita anggap gagal dan tidak sesuai dengan ekspektasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan. Hal tersebut juga menjadi salah satu bentuk ujian yang diberikan oleh Allah Swt. kepada kita selaku hamba-Nya.
Selain itu, perlu ditegaskan bahwa merasa kecewa memang wajar dan manusiawi, namun jangan biarkan rasa kecewa tersebut membuat kita menyerah maupun putus asa hingga lupa bahwa Allah Swt. selalu menyiapkan hikmah di balik setiap hal seperti yang telah tertera dalam firman-Nya dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ
Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah:216)
Berdasarkan penggalan ayat di atas, dapat diambil pelajaran bahwasanya hanya Allah Swt. lah yang mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi kegagalan yang kita alami memiliki hikmah yang sangat berarti bagi kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh memandang suatu kegagalan atau hal-hal lain yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita sebagai suatu hal yang buruk karena kita tidak tahu hikmah apa yang terkandung di dalamnya. Lantas, bagaimana kita menghadapi rasa kecewa yang diakibatkan oleh kegagalan yang kita alami? Al-Baqarah
Islam memberikan beberapa panduan dalam menghadapi rasa kekecewaan, di antaranya:
-
Tetap bersabar
Sabar merupakan salah satu sifat yang harus senantiasa dipegang teguh oleh umat muslim, seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw. dalam hadis riwayat muslim yang berbunyi:
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Jika ia ditimpa kesulitan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim)
Berdasarkan hadis di atas, dapat diambil sebuah pelajaran bahwasanya sabar bukan sekedar menerima segala ketetapan dari Allah Swt. dan menahan berbagai emosi negatif yang dirasakan akibat kegagalan maupun kekecewaan yang kita alami. Namun, sabar juga bermakna memahami bahwa setiap kejadian yang terjadi telah ditetapkan oleh Allah Swt. serta yakin bahwa setiap kejadian yang telah ditetapkan memiliki hikmah bagi diri kita.
-
Ridha terhadap ketetapan Allah Swt.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap kejadian yang terjadi pada diri kita telah ditetapkan oleh Allah Swt. dan segala ketentuan Allah Swt. lebih baik dari apa yang diharakan atau diinginkan oleh manusia. Oleh karena itu, ridha terhadap segala ketetapan Allah Swt. menjadi hal yang sangat penting dan harus senantiasa kita pegang teguh, terutama di masa-masa sulit.
Ridha bermakna menerima segala ketetapan Allah Swt. dengan senantiasa percaya bahwa takdir atau ketetapan yang telah Allah Swt. tetapkan lebih baik dari apa yang dapat diharapkan manusia.
-
Melakukan muhasabah
Muhasabah atau introspeksi diri merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seseorang setelah mengalami kegagalan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, merasa kecewa akibat kegagalan yang kita alami setelah berusaha keras merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Namun, kita tidak boleh hanyut dalam kekecewaan dan frustasi melainkan kita perlu melakukan muhasabah atau introspeksi diri apakah kita sudah maksimal dalam berusaha dan lain sebagainya. Dengan muhasabah, kita dapat tetap melangkah maju dan bangkit terlepas dari berbagai kegagalan yang telah menimpa kita sebelumnya.
Cukup sekian artikel yang dapat saya tulis, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penulis dan para pembaca. [Muhammad Khoirul Anwar]











