Tetap Bisa Beramal di Bulan Rajab: Amalan untuk Muslimah yang Sedang Haid

Ilustrasi tulisan bulan Rajab (pinterest.com-almuhtada.org).

Almuhtada.org – Bulan Rajab dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam. Di bulan ini, banyak kaum muslimin berlomba memperbanyak ibadah sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Namun, bagi sebagian muslimah, datangnya haid sering kali menimbulkan perasaan sedih, bahkan merasa “tertinggal” dari ibadah yang biasa dilakukan. Tidak sedikit yang mengira bahwa haid adalah penghalang untuk beramal.

Padahal, Islam adalah agama yang penuh rahmat. Haid bukanlah dosa, bukan pula penghalang untuk mendekat kepada Allah.

Justru, di bulan Rajab, Allah tetap membuka banyak pintu kebaikan bagi muslimah yang sedang berhalangan. Ibadah tidak selalu tentang shalat dan puasa, tetapi juga tentang hati, lisan, dan amal keseharian.

Rajab termasuk dalam asyhurul hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

Pada bulan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan dan dosa lebih besar akibatnya jika dilakukan. Karena itu, Rajab menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan membersihkan hati.

  ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ  

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. Q.S at-Taubah [9:36]

Bagi muslimah yang sedang haid, memahami hal ini penting agar tidak merasa sia-sia melewati Rajab. Justru, dengan niat yang benar dan usaha yang tulus, bulan ini bisa tetap diisi dengan amal yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Baca Juga:  Wisuda SMK Rasa Kampus: Gaya-Gayaan atau Simbol Naik Kelas?

Muslimah yang sedang haid memang tidak diperkenankan shalat dan puasa, namun masih banyak amalan lain yang bisa dilakukan.

Salah satunya adalah memperbanyak dzikir. Tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar bisa dilakukan kapan saja. Dzikir adalah ibadah ringan di lisan tetapi berat di timbangan, dan sangat dianjurkan di bulan-bulan mulia.

Selain itu, memperbanyak doa juga menjadi amalan utama. Doa tidak disyaratkan dalam keadaan suci dari haid.

Justru, saat hati sedang rapuh atau tubuh terasa lemah, doa sering kali lebih jujur dan khusyuk.

Bulan Rajab adalah waktu yang baik untuk memohon ampunan, meminta keteguhan iman, dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan.

Bulan Rajab juga bisa diisi dengan sedekah, membantu orang lain, atau meringankan beban sesama.

Senyum, kata-kata baik, dan sikap sabar pun termasuk amal yang dicintai Allah. Bahkan, menahan diri dari emosi dan menjaga lisan adalah ibadah yang bernilai pahala di mata Allah.

Muslimah yang sedang haid juga bisa menjadikan Rajab sebagai waktu untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, meminta maaf, dan memperbaiki akhlak.

Semua itu adalah bentuk ibadah yang sering kali tidak terfikirkan oleh kita

Haid bukanlah penghalang untuk dicintai Allah, bukan pula alasan untuk menjauh dari-Nya.

Di bulan Rajab yang mulia, Allah tetap membuka pintu pahala seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin mendekat, termasuk muslimah yang sedang berhalangan.

Baca Juga:  Keistimewaan dan Pahala yang Kita Dapatkan di Bulan Rajab

Mari isi Rajab dengan dzikir, doa, ilmu, dan kebaikan hati. Jangan merasa sedih hanya karena tidak bisa melakukan sebagian ibadah.

Sebab Allah menilai keikhlasan, bukan semata-mata gerakan. Semoga Rajab menjadi bulan yang menguatkan iman dan mempersiapkan hati kita menyambut bulan Ramadhan dengan lebih baik lagi kedepannya.[]Fitri Novita Sari

Related Posts

Latest Post