Mengenali Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Al Qur’an

Kecerdasan Emosional Seseorang
Gambar Ilustrasi Kecerdasan Emosional Seseorang (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Psikolog Peter Salovey pertama kali mengenalkan istilah kecerdasan emosional pada tahun 1990 dari Harvard University.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi iri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain.

Terdapat lima komponen dalam kecerdasan emosional yaitu:

  1. Mengenali emosi diri

Merupakan kemampuan untuk mengenali suasana hati maupun pikiran tentang suasana hati. Apabila kurang mengenali kemungkinan seorang individu akan mudah larut dalam emosinya.

  1. Mengelola emosi

Merupakan kemampuan untuk menangani perasaan sehingga tercapainya keseimbangan diri individu. Mencakup kemampuan menghibur diri sendiri, melepaskan keccemasan, kemurungan ataupun ketersinggungan.

  1. Memotivasi diri sendiri

202025Prestasi  harus  dilalui  dengan  dimilikinya  motivasi  dalam  diri individu, yang berarti memiliki ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusianisme, gairah, optimis dan keyakinan.

  1. Mengenali emosi orang lain

Kemampuan ini disebut juga dengan empati. Seseorang dengan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal orang lain sehingga dapat dengan baik menerima sudut pandangan orang lain. Penelitian menunjukan bahwa seseorang yang memiliki kesadaran diri yang tinggi maka dia mampu membaca emosi orang lain.

  1. Membina hubungan

Keterampilan    dalam    berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan.

Lalu bagaimana kecerdasan emosional dalam Al Qur’an? Menurut Darwis Hude kecerdasan emosional seringkali dihubungkan dengan qalb. Kecerdasan emosional dalam Al Qur’an menunjukan bagaimana sifat orang-orang yang bertaqwa. Ciri orang bertaqwa itu memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Baca Juga:  Makna serta Keutamaan Berdzikir dalam Islam

Hal ini digambarkan dengan kalimat “orang yang berinfak di waktu yang lapang ataupun sempit”. Allah berfirman dalam Q.S An-Nisa:148 yang artinya “Allah tidak menyukai perkataan butuk (ketika diucapkan) secara terang-terangan kecuali bagi orang yang teraniaya. Dan Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nisa:148).

Melalui ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa salah satu ciri seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yaitu mampu mengendalikan amarahnya sehingga tidak mengucapkan perkataan-perkataan yang buruk. Kecerdasan emosional juga akan mengontrol dosa verbal seperti dalam dunia virtual.

Kecerdasan emosional tidak diperoleh secara instan. Namun melalui proses pembelajaran dan dipengaruhi lingkungan. kecerdasan  emosional  adalah  kemampuan  seseorang  untuk mengenali   emosi   diri,   mengelola   emosi,   memotivasi   diri   sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. [] Khariztma Nuril Qolbi

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post