Berbahaya! Janganlah Memuji Orang Lain secara Berlebihan

Dampak Buruk Memuji Orang Lain Secara Berlebihan
Dampak Buruk Memuji Orang Lain Secara Berlebihan (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – “Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kedengkian” – Ali bin Abi Thalib.

Ajaran Islam melarang umatnya berlebih-lebihan dalam segala sesuatu karena termasuk perbuatan tercela. Demikian dalam perihal memuji orang lain. Memuji orang secara berlebihan dapat menjadi bencana lidah yang berbahaya.

Rasulullah Saw bersabda “Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan.” (HR Bukhari).

Hadist tersebut menyatakan bahwasanya memuji dapat merugikan orang yang dipuji. Orang yang dipuji mungkin di awal sudah memiliki niat yang tulus, rendah hati, dan ikhlas dalam melakukan sesuatu dapat berubah menjadi sombong, besar dan merasa paling benar setelah mendapatkan pujian.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 188,

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.”

Mungkin saja orang yang memberikan pujian kepada orang lain mengatakan hal yang tidak ada dalam diri orang tersebut, itu sama saja dengan berbohong. Memberikan pujian yang dilebih-lebihkan dapat membuat orang merasa puas atas pujian yang didapat sehingga menjadikan orang cukup untuk melakukan kebaikan.

Baca Juga:  Wajib Diamalkan! Inilah Keutamaan dan Cara untuk Membalas Kebaikan Orang Lain

Pujian boleh dilakukan asalkan dapat terhindar dari keburukan-keburukan. Bahkan, terkadang pujian itu diperlukan untuk dijadikan sebagai motivasi. Dalam memuji juga diharapkan tidak akan membuat orang yang dipuji merasa sombong. Intinya pujian yang diberikan memiliki batasan dan sesuai dengan kenyataan serta tidak dilebih-lebihkan.

Ketika mendapatkan pujian dari orang lain, maka hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk mereka adalah mendoakan mereka di hadapan Allah SWT. Ini dilakukan agar terhindar dari terkenanya penyakit hati.

Mungkin dari Ali bin Abi Thalib bisa dijadikan pelajaran. Saat banyak mendapat pujin, beliau berkata, ”Aku tidak sebagus yang kamu katakan.” Selanjutnya beliau berdoaa, ”Ya Allah, ampunilah aku atas perkataan mereka, dan jangan Engkau siksa aku gara-gara mereka. Berikanlah kepadaku kebaikan dari apa yang mereka sangkakan kepadaku.”

Bisa juga dengan meneladani Abu Bakar ash~Shiddiq yang jika mendapat pujian beliau senantiasa berdoa,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّيْ بِنَفْسِيْ وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِيْ مِنْهُمْ ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ ، وَاغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَعْلَمُوْنَ ، وَلَا تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Artinya: “Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka.” (HR. Baihaqi).

Baca Juga:  Apakah Berwudhu ketika menggunakan make up diperbolehkan?

Memuji kelebihan orang merupakan perbuatan baik. Namun, juga harus tahu batasan karena memuji orang lain secara berlebihan dapat menimbulkan keburukan bagi orang yang memuji dan orang yang dipuji. [] Assyahla Hafidzah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post